Gurih! Soto Babat dan Kikil Pamuruyan Harganya Enggak Dipatok

Jumat, 12 Februari 2021 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Soto babat dan kikil  yang berada di Jalan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ini benar-benar beda dari yang lain. Selain rasanya gurih, penjualan soto tersebut tak dipatok harga. Pembeli bisa membayar berapa pun.

Adalah Suprihatin (43 tahun) bersama suaminya, Muhafil (55 tahun), penjual soto babat dan kikil itu. Mereka berjualan di pinggir jalan menggunakan gerobak.

“Kami sudah jualan sekira 10 tahun. Dari dulu emang harganya enggak dipatok,” kata Suprihatin kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (12/02/2021).

Setiap harinya, Suprihatin dan Muhafil mulai berjualan sekira pukul 10.00 WIB. Sama halnya dengan harga, mereka tidak mematok jam tutup berjualan.

“Kalau siang sudah habis, ya kita pulang. Selama masih ada barang yang dijual, kita jualan aja,” tutur Suprihatin.

Kendati begitu Suprihatin mengaku bersyukur karena usahanya selalu laris. Biasanya tak butuh waktu lama. Hanya tiga jam buka, sotonya sudah habis.

“Alhamdulillah sekarang juga sudah punya cabang. Di Simpang Nagrak, dan di sekitar Pasar Cibadak,” katanya.

Strategi pemasaran yang dilakukan Suprihatin dan Muhafil nampaknya efektif. Setiap harinya, gerobak dagangan soto mereka selalu didatangi pelanggan.

Salah satu pelanggan soto itu adalah Kristiawan Saputra, founder gerakan kepedulian sosial Sahabat Kristiawan Peduli (SKP). Kristiawan dan sahabat-sahabatnya terlihat benar-benar menikmati hidangan soto yang harganya tidak dipatok tersebut.

“Saya bersama tim, kalau ada pasien ke daerah Cibadak selalu berhenti dan menyempatkan untuk membeli soto babat dan kikil ini. Selain harganya tidak di patok, rasanyapun enak, dan lezat,” ujar Kristiwan

Reporter: Ifan | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Tahun Ajaran Baru Jadi Momentum Menabung, Minat Tabungan SiWajar di BPR Sukabumi Meningkat
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:44 WIB

Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:23 WIB

Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap

Berita Terbaru