Putus Cinta, Pelajar Cikembar Sukabumi Nekat Gantung Diri

Rabu, 10 Februari 2021 - 13:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Diduga putus jalinan asmara, pelajar yang berinisal G (17) asal Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara Gantung Diri (Gandir).

Informasi yang dihimpun, pelajar yang masih diketahui duduk di bangku kelas XI SMK itu ditemukan sudah tak bernyawa di area rumahnya dengan cara mengikatkan lehernya menggunakan tali tambang sekira pukul pukul 21.00 WIB Selasa, (09/02/21).

“Korban menggunakan tambang yang diikatkan ke penyangga atap atau kusen rumah dengan jarak sekitar 50 sentimeter dari permukaan tanah ke tubuh korban,” ujar Pusat Pelayanan Bimbingan dan Konseling (P2BK) Cikembar, Sudarmat saat dihubungi, Rabu (10/02/2021).

Ia menjelaskan, awal mulanya korban berjenis kelamin laki-laki itu diketahui oleh kakaknya yang bernama Dara saat ke luar rumah dan sontak terkejut hingga meminta bantuan kepada warga sekitar.

“Korban langsung diturunkan, dan pihak kepolisian dan puskesmas pun sempat ke lokasi melakukan pengecekan,” katanya.

Menurut Sudarmat, setelah mengevakuasi korban yang sendiri hudup bersama kakaknya itu pun langsung dimakamkan. Sementara ibunya sudah meninggal dunia dan ayahnya menikah lagi dan hidup tidak bersamanya.

“G langsung dimakamkan oleh keluarga, memang sebelumnya dilakukan visum terlebih dahulu, namun tak melakukan otopsi,” tandasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cikembar, IPTU Deni Miharja, membenarkan adanya informasi tersebut. “Benar, hasil pemeriksaan pertama korban diduga putus cinta,” jelasnya.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi Nurul Azmi bersama ibunya bernama Yana. Saat keduanya hendak pulang ke rumah neneknya sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, sesampainya di TKP mereka melihat korban sedang berada di depan rumah kakak kandungnya.

“Saksi sempat memanggil korban, tapi tak dihiraukan, akhirnya ibunya mengetuk pintu rumah Andi yang lokasinya tidak jauh dari TKP untuk meminta tolong melihat korban,” ungkap Deni.

Tidak lama setelah itu, Andi keluar rumah dan istrinya bersama untuk warga melihat kondisi korban. Namun, sesampainya di TKP korban sudah tergantung dengan menggunakan tali tambang plastik warna merah.

“Akhirnya Andi dibantu warga untuk menurunkan korban,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Dr. Roni Tripanowo yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Cikembar mengatakan, kematian korban murni bunuh diri. Kuat dugaan korban ini, telah mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Pasalnya, petugas tidak menemukan tanda-tandaa kekerasan fisik di tubuh korban.

“Dari tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan dari benda tajam dan tumpul. Sehingga murni kejadian ini adalah gantung diri,” tandasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi
Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren

Berita Terbaru