Ketua Komisi X DPR RI Sebut Pembelajaran Jarak Jauh di Kabupaten Sukabumi Terkendala Internet

Sabtu, 30 Januari 2021 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.com – Situasi pandemi yang tak kunjung berakhir memaksa sejumlah sekolah untuk terus tetap melaksanakan kegiatan belajar dari rumah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa sebagian besar satuan pendidikan telah melaksanakan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun kenyataannya, sebagian besar lembaga pendidikan belum semua siap menggunakan skema daring tersebut. Sejumlah faktor penyebabnya antara lain belum meratanya akses internet, terbatasnya SDM, hingga ketersediaan fasilitas baik sarana dan prasarana IT.

Komisi X DPR RI menggelar Kunjungan Kerja Spesifik bidang pendidikan ke Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (29/1/2020). Lawatan tersebut bermaksud untuk mengetahui secara langsung bagaimana implementasi kebijakan tersebut dilakukan, serta guna menjaring data dan aspirasi dari pemerintah daerah setempat, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Dipimpin langsung oleh Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi beserta anggota dewan lainnya, tim kunjungan mendapati sejumlah hal krusial.

“Pembelajaran jarak jauh ini ternyata masih ada masalah terkait sinyal. Banyak daerah-daerah, seperti di Kabupaten Sukabumi bagian selatan, masih banyak blank spot wilayah tersebut tidak bisa melakukan PJJ. Perlu dukungan dari Kominfo atau provider telekomunikasi untuk menambah tower-tower tertentu. Ini tidak boleh berfikir secara bisnis, tetapi bagaimana menyalamatkan generasi dan anak-anak kita untuk bisa tetap belajar,” kata Dede usai memimpin pertemuan di Pendopo Kabupaten Sukabumi, seperti dilansir dari situr resmi DPR RI.

Tepat tidaknya sasaran dari program bantuan kuota data internet, kemudian menjadi persoalan selanjutnya. Politisi Partai Demokrat itu mengungkap bahwa dari kuota yang diberikan pemerintah, masih terdapat daerah yang 60 persen pelajarnya masih belum bisa mendapatkan jatah kuota. Padahal Oktober 2020 lalu, Kemendikbud telah menerbitkan kebijakan Program Bantuan Kuota Internet Tahun 2020 dengan anggaran mencapai Rp7,2 triliun, meski kebijakan ini sempat menuai pro kontra dari masyarakat dan pelaku pendidikan.

“Masih banyaknya anak-anak yang belum mendapatkan kuota internet gratis, ini menjadi tanda tanya, selama ini apakah data Dapodik itu benar-benar digunakan atau tidak. Sebab kenyataannya hanya 40 persen yang menerima, sisanya tidak menerima. Inilah fungsinya kita harus memiliki data faktual yang akurat,” kata legislator dapil Jawa Barat II tersebut.

Selain sarana infrastruktur sebagai pendukung, Dede menekankan bahwa yang menjadi fokus kerja Komisi X DPR RI saat ini adalah mendorong tenaga pengajar dan pendidik untuk memiliki satu kualifikasi dan kompetensi. Sehingga, keberadaan asesmen nasional dan guru penggerak dimaksudkan untuk peningkatan kompetensi itu sendiri. Sayangnya ketika berbicara prningkatsn kompetensi, ujung-ujungnya berkelindan pada persoalan jenjang karier tenaga guru honorer. Padahal menurutnya jenjang karier tidak melulu harus jadi PNS, tetapi kesejahteraan yang sama juga terdapat pada PPPK.

“Mindset ini harus dirubah, sehingga pendidik merasa nyaman mengajar dan barulah kemudian kita bisa bicara infrastruktur. Tahapan ini tidak bisa selesai 2-3 tahun. Ini membutuhkan range waktu yang panjang. Itu sebabnya saat ini sedang dilakukan (penyusunan) Peta Jalan Pendidikan, untuk merubah UU Sisdiknas. Harus dimulai pada peta jalan pendidikan dulu. Ini membutuhkan komitmen yang bukan hanya dari Menteri Pendidikan yang masa kerjanya 5 tahunan, tetapi semua stakeholder pendidikan terkait,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Zainul S. menyambut baik adanya Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI, khususnya dalam bidang pendidikan. Menurutnya, selama ini pembelajaran jarak jauh menjadi permasalahan yang sangat krusial, mulai dari kebutuhan sarana prasarana belajar mengajar secara daring, kemampuan derah terkait kebijakan pemerintah pusat dalam reklasasi dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Secara geografis, tidak meratanya penyebaran penduduk dan sekolah juga menjadi permasalahan. Disamping itu, berbagai sarana dan prasarana masih dibutuhkan. Terutama sarana prasarana yang bisa mendukung kegiatan belajar mengajar seperti akses internet dan sebagainya. Kunjungan ini menjadi momentum yang baik bagi daerah seperti kami di Kabupaten Sukabumi untuk menyampaikan kesulitan kami dalam proses berlangsungnya belajar mengajar di tengah pandemi seperti sekarang ini,” kata Sekda saat ditemui usai acara.

Kunjungan ini turut dihadiri Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah (Fraksi Partai Golkar), Djohan Arifin Husin (Fraksi Partai Gerindra), Tina Nur Alam (Fraksi Partai Nasdem), Muhammad Kadafi (Fraksi PKB), Ledia Hanifah dan Sakinah Aljufri (Fraksi PKS), serta Desy Ratnasari dan Zainuddin Maliki dari Fraksi PAN. Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah stakeholder pendidikan mulai dari Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bappeda, Ketua Dewan Pendidikan, Pimpinan Organisasi Profesi, Perwakilan LPMP, dan perwakilan Komite Sekolah dari Kabupaten Sukabumi.

Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216
Diduga Peras Kelompok Tani, Pria Ngaku KPK Jabar Ditangkap Polisi
60 Motor Jadi Barang Bukti, Polres Sukabumi Bongkar 6 Kelompok Sindikat Curanmor
Terungkap! Dugaan Pelecehan Siswi PKL Bermula Saat Karaoke
Status Jabatan Dicopot, Pelaku Pelecehan Siswi PKL di Sukabumi Resmi Ditahan 
Satgas Pamtas Yonarmed 13 Gencarkan Edukasi Hukum, Warga Perbatasan Serahkan Sisik Trenggiling
Dari Balik Semak, Warga Cisolok Temukan Jenazah Perempuan di Bawah Pohon Pisang
Dugaan Pelecehan Siswi PKL, Bupati Sukabumi Siapkan Langkah Disiplin Sesuai Hasil Hukum

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 14:20 WIB

POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216

Sabtu, 19 September 2026 - 14:49 WIB

Diduga Peras Kelompok Tani, Pria Ngaku KPK Jabar Ditangkap Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 13:13 WIB

60 Motor Jadi Barang Bukti, Polres Sukabumi Bongkar 6 Kelompok Sindikat Curanmor

Jumat, 18 September 2026 - 12:19 WIB

Terungkap! Dugaan Pelecehan Siswi PKL Bermula Saat Karaoke

Kamis, 17 September 2026 - 17:22 WIB

Status Jabatan Dicopot, Pelaku Pelecehan Siswi PKL di Sukabumi Resmi Ditahan 

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam