JURNALSUKABUMI.COM – Hujan dengan intensitas tinggi terjadi selama awal Bulan Januari 2021 ini mengakibatkan bencana alam melanda sebagian wilayah Jawa Barat.
Selain di Sukabumi, wilayah Kabupaten Sumedang pun kian menjadi sorotan. Di lokasi itu tebing setinggi 20 meter dan panjang 40 meter longsor menyebabkan permukiman warga rata dengan tanah yang berdampak pada kurang lebih 600 penduduk.
Pemerintah hingga penggiat sosial pun turut empati menunjukan kepeduliannya. Salah satunya yang digagas Koordinator Dialog Islam dan Pesantren WhatsAap (DISPWA) Jawa Barat, H Ujang Jaeji.
Ia mengaku, program peduli bencana para korban tanah longsor di Sumedang sudah selesai disalurkan. Aksi tersebut diberikan bertepatan pada launching logo resmi Komonitas Radio Da’wah di Masjid Raya Raudhatul Irfan di Cisaat, Sukabumi.

“Alhamdulillah, melalui para relawan Dialog Islam dan Yayasan Daarul Muttaqin (DIS & DM) yang langsung dipimpin Ustadz Yayat Supriatna Asyahid bantuan bagi korban terdampak di Sumedang sudah selesai disalurkan,” ujar H. Ujang Jaeji alias H. Ujay kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (27/01/2021).
Ia menyampaikan, semoga segala pengorbanan baik waktu, pikiran dan tenaga para team relawan serta donatur yang telah membantu ini menjadi ladang amal sholeh dan memperkuat ukhuwah islamiyah.
“Tetap jaga ukhuwah dan kekompakan umat. Insyallah, kami akan selalu ada dalam kegiatan-kegiatan yang positif semangat terus membantu sesama yang lagi ditimpa kesusahan,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, bencana alam di Sumedang berawal dari longsornya tebing setinggi 20 meter di Dusun Bojong Kondang RT 003 RW 010, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat pada Sabtu (9/1/2021) lalu sekira pukul 16.00 WIB.
Tanah longsor terjadi akibat tingginya intensitas hujan. Material longsoran menimpa 14 rumah yang ada di bawahnya hingga mengalami rusak berat dan menimbulkan korban jiwa.
Reporter: CR1 | Redaktur: Ujang Herlan












