JURNALSUKABUMI.COM – Menyoal luapan air dari Gunung Salak di Kabupaten Sukabumi, menuai tanggapan dari Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), yang menganggap luapan air di Sungai Citarik-Cipeuncit dan Sungai Cibojong akibat intensitas curah hujan tinggi mengguyur seputar gunung salak, Minggu (17/01/21) Siang.
Curah hujan tersebut tergolong tinggi berada pada bagian hulu, yaitu di sekitar Gunung Salak. Hujan yang kemungkinan terakumulasi dalam 24 jam terakhir dan tertampung secara alami di daerah hulu tersebut meluap dengan tiba-tiba.
“Jam 13.45 WIB seputaran gunung salak hujan deras, jadi debit air Cibojong, Cicewol, Cibuntu, Cisaat meningkat drastis,” ungkap Gun Gun Kepala Seksi Resor Kawah Ratu kepada jurnalsukabumi.com.
Menurut ia, kejadian hujan hanya di sekitar gunung salak sering terjadi, namun tidak menimbulkan luapan sungai seperti sore kemarin. Biasanya luapan sungai pun hanya satu jalur saja, namun volume air tinggi jadi bersamaan dengan aliran lain yang berada di kaki gunung.
“Wilayah lain tidak hujan, parakan salak kering, cidahu hujan hanya sebatas kantor desa, jadi memang hanya di sekitar gunung salak saja,” jelasnya
Selain itu, lanjut Gun Gun, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di bantaran sungai, tetap waspada pada saat musim penghujan, sebab potensi hujan masih menghantui wilayah sukabumi.
” Hujan sudah reda, air sungai sudah kembali normal, namun selalu waspada apabila ada hujan kembali,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: FK Robbi






