Fosil Gigi Hiu Megalodon Ditemukan Dalam Goa di Surade Sukabumi, Bupati Tinjau Lokasi

Sabtu, 9 Januari 2021 - 22:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gigi Megalodon/Florida Polytechnic University

i

Ilustrasi Gigi Megalodon/Florida Polytechnic University

JURNALSUKABUMI.COM – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, meninjau lokasi Situs Purbakala di Kampung Cigintung, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Sabtu (09/01/2021). Kampung itu disebut-sebut sebagai lokasi penemuan gigi hiu megalodon.

Di sekitar kampung tersebut terdapat sebuah goa yang didalamnya kerap ditemuikan fosil gigi hiu megalodon. Selain itu, fosil kerang purba berusia jutaan tahun juga dipercaya tersebar di Desa Gunungsunggi.

Atas temuan-temuan itu, kawasan goa Desa Gunungsungging akan dijadikan cagar alam geologi. Hal ini perlu dilakukan untuk melestarikan peninggalan sejarah.

“Guna melestarikan peninggalan sejarah dan fosil sebagai fakta penting bidang geologi,” kata Marwan.

Goa di Desa Gunungsungging akan menjadi salah satu lokasi kunjungan tim penilai Unesco Global Geopark. Marwan mengatakan, penilaian dari Unesco itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

Bupati dua periode ini menegaskan adanya peninggalan-peninggalan purbakala di Desa Gunungsungging dapat dimanfaatkan untuk objek pariwisata.

“Bukan untuk dijual fosilnya tapi dimanfaatkan untuk objek pariwisata khususnya wisata geologi. Dilestarikan dan menjadi lokasi edukasi,” kata Marwan.

Ia pun meminta potensi langka seperti ini jangan sampai habis sehingga memutus matarantai sejarah yang perlu diketahui oleh generasi yang akan datang. Kedepan, ucap Bupati, penataan kawasan akan dilakukan, namun dengan syarat masyarakat turut berkomitmen dalam melestarikan peninggalan sejarah ini.

“Agar anak cucu kita tahu bahwa ada peninggalan sejarah yang usianya jutaan tahun,” tegasnya.

Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

BPJS PBI Nonaktif, KNPI Palabuhanratu Desak Selaraskan Pelayanan dengan Jaminan KDM
Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Senyum 26 Anak Warnai Khitanan Massal Gratis di Hari Santri Sukabumi
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Penataan Lapang Sekarwangi Jadi Ruang Terbuka Publik Tak Ubah Fungsi Sebelumnya
Ada Dugaan Pencemaran? DLH Sukabumi Punya Laboratorium Terakreditasi untuk Uji Lingkungan
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BPJS PBI Nonaktif, KNPI Palabuhanratu Desak Selaraskan Pelayanan dengan Jaminan KDM

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Senyum 26 Anak Warnai Khitanan Massal Gratis di Hari Santri Sukabumi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Penataan Lapang Sekarwangi Jadi Ruang Terbuka Publik Tak Ubah Fungsi Sebelumnya

Berita Terbaru