Pencairan UMKM di BRI Cabang Sukabumi Membludak, Prokes Terkesan Diabaikan

Jumat, 18 Desember 2020 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pencairan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap ke dua bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bank BRI Cabang Sukabumi kembali membludak.

Para pelaku UMKM di Sukabumi ini, rela berdesak – desakan. Hingga tak sedikit yang mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak memakai masker dan menjaga jarak.

Pantauan dari lokasi, sekitar pukul 13.18 WIB Jum’at (18/12), ratusan masyarakat masih memadati bank BRI yang berada di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi. Selain itu sekelompok masyarakat pun sampai rela mengantri di halaman bank karena ketiadaan fasilitas tempat duduk. Sementara didalam ruangan, deretan kursi sudah terisi penuh.

Diketahui antrian itu terjadi sejak pukul 07:30 WIB. Warga sudah mulai membludak dan mengular dalam antrian. Bahkan sebagian warga yang akan mencairkan dana, berasal dari Wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Ya, penuh antriannya. Ini terjadi sejak pagi tadi, ada yang berasal dari Kota dan Kabupaten Sukabumi,” ujar salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya.

Saat disambangi, Rudi (30) salah satu warga Cisaat Kabupaten Sukabumi, mengaku dia datang sejak pukul 06.30 WIB. Karena dia tidak tersalip yang lain.

Cerita lainnya disampaikan oleh wanita paruh baya bernama Kokom. Selepas salat Subuh, dia bergegas datang ke BRI, agar tidak terjebak kerumunan. Kokom dapat informasi lewat pesan singkat dari BRI. “Hari Jumat dapat SMS dari BRI, saya ingin ngecek langsung ke BRI. Pas datang, ternyata sejak pagi sudah penuh bahkan sampai keluar penuhnya,” kata Kokom kepada wartawan. Jum’at (18/12/2020).

Senada dengan Kokom, seorang pedagang sayuran, Rudi, mengaku risih dan khawatir jika harus masuk lautan manusia. Apalagi pandemi Covid -19, semakin mengalami peningkatan.

“Takut sih tapi mau gimana lagi, kalo gak gini gak dapat bantuan modal itu secepatnya, apalagi saat ini ekonomi sedang susah,” pungkasnya.

Reporter : Rizky Miftah II Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya
Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:33 WIB

Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Berita Terbaru