Petahana Bisa Saja Kalah?

Rabu, 2 Desember 2020 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Roy Tahsien

Direktur Sukabumi Research Center

Kecenderungan petahana tumbang lantaran para figur yang yang tampil sebagai penantangnya hari ini sudah saling mengetahui titik-titik kelemahan masing-masing.

“Pasangan Aman terbentuk atas dua spektrum, Adjo adalah mantan duet, sementara Iman Adinugraha adalah seteru abadi petahana.

Kemenangan petahana tahun 2014 lalu tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Adjo Sardjono,  kemudian kalkulasi lain suara Iman adinugraha juga besar. Bisa saja keuntungan itu diraup keduanya.

Faktor yang kedua sinyalemen petahana mulai rapuh secara politik terlihat dari kuatnya gelora perubahan menginginkan pemimpin baru.

“Silahkan uji dilapangan, hasil temuan internal kami popularitas petahana ternyata tidak linier dengan faktor elektablitasnya. Terbukti bahwa pasangan calon Aman itu lebih unggul”.

Kemudian berdasarkan riset karakteristik masyarakat sukabumi, mereka lebih tertarik pada calon yang mampu menyentuh sisi humanismenya. Selebihnya mereka akan memilih pemimpin yang jujur dan tidak korupsi.

“Kalau kita hitung semua variabel tersebut, maka figur Adjo Sardjono sangat mewakili keinginan masyarakat”.

Sementara kalau kita bicara tentang politik uang, tidak banyak membawa dampak positif.

Masyarakat sekarang sudah cerdas, bahkan ada yang lebih memberikan pelajaran bagi calon. Uang atau sembako diambil dan orangnya tidak dipilih, apa gak pusing?.

Jadi sejauh ini kami sangat optimis bisa  menang, tapi juga tidak terlena karena pertarungan yang sesungguhnya sudah didepan mata. (*).

Berita Terkait

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas
Kemudahan yang Menjerat: Krisis Pengelolaan Keuangan di Era Pinjaman Cepat
Menjemput Berkah di Tengah Badai Geopolitik: Jihad Ekonomi, Budaya, dan Spiritual Kabupaten Sukabumi
Di Balik Senyum Siswa Sukabumi: Rasa Syukur atas Kehadiran Heri Gunawan
Semangat Kartini yang Tak Pernah Usai di Ujung Pengabdian

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:39 WIB

Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:55 WIB

Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kemudahan yang Menjerat: Krisis Pengelolaan Keuangan di Era Pinjaman Cepat

Berita Terbaru