Miris, Bocah Asal Bojonggenteng Menderita Gizi Buruk Sejak Balita

Rabu, 23 September 2020 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Nasib pilu dialami bocah berinisial Hz berusia enam tahun asal Kampung Parabon, Desa Berkah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, kian memprihatinkan.

Pasalnya, bocah sang buah hati dari mendiang Nina yang sudah tiga tahun meninggal ini kondisi kesehatannya sangat miris. Ia, dikabarkan menderita gizi buruk sejak balita.

“Ya, betul, Hz ini status gizinya kurang selama masa balitanya. Sehingga, kami selalu menyuplai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa suplementasi untuk melengkapi kebutuhan gizi agar mencapai berat badan sesuai usia,” ujar Camat Bojonggenteng, Rini Zuraidah Zakhroh kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (23/09/2020).

Ia menjelaskan, pihaknya telah berupaya melakukan penanganan anak tersebut. Bahkan, telah diketahui oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPA) Kabupaten Sukabumi.

“Anak ini tinggal bersama Kakek dan Neneknya usai ditinggal meninggal ibunya pada tahun 2017. Dan kami pun sudah melakukan upaya bahkan sempat dikunjungi langsung oleh Ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi Ibu Hj. Yani Jatnika Marwan,” jelasnya.

Kondisi saat ini, selain penyakit kulit tepat di muka bocah tersebut juga ada riwayat penyakit penyerta yaitu, TB atau sejenis penyakit yang diakibatkan bakteri yang menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Tak hanya itu, ada kelainan jantung yang sudah
terdeteksi. Oleh karena itu, pihaknya bersama pemerintah setempat sudah melakukan penanganan sejak dia masih balita di Posyandu.

“Termasuk, secara rutin kunjungan langsung ke rumah keluaraga anak tersebut oleh tim Puskesmas, Bidan Desa, TPG, Bidko, Dokter Puskesmas Bojonggenteng,” Beber Rini.

Hanya saja, sedikit disesali saat penanganannya oleh tim medis waktu itu, Hz malah berhenti di tengah jalan. “Ya, sudah melewati pengobatan rutin lebih dari 3 kali karena DO berhenti ditengah jalan pengobatannya,” aku Rini.

“Hanya setelah lewat 5 tahun kurang terpantau karena tidak lagi ke Posyandu, tetapi saat ini sedang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Kartika Cibadak. Dan Hz tercatat selaku pemilik Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan keluarganya merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH),” pungkasnya.

Reporter: Hendi II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:59 WIB

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI

Berita Terbaru