New Normal, Pelaku Usaha Taman Wisata Fanisa ‘Girang’ Meski Baru 2 Hari Buka

Senin, 6 Juli 2020 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah obyek pariwisata di Kabupaten Sukabumi khususnya, sudah mulai ramai dikunjungi saat memasuki masa new normal pandemi corona (Covid-19) saat ini.

Bedanya, saat ini para pengunjung dan pengelola masih tetap memberlakukan protokol kesehatan. Termasuk, pembatasan bagi pendatang yang hanya diperbolehkan bagi wisatawan lokal saja.

Hal tersebut juga sesuai imbauan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang membahas soal sejumlah wisata yang mati total saat pandemi covid-19 ini.

“Alhamdulilah sudah buka, hanya saja diperbolehkan bagi tetanggga dan wilayah sekitar saja sih. Karena, secara resmi dibukanya kan belum ada pemberitahuan pemerintah,” ujar Owner Taman Wisata Fanisa, Awan Kurniawan keada jurnalsukabumi.com, Senin (06/07/2020).

Kendati baru dibuka sejak dua hari ini, pihaknya merasa gembira lantaran penantian panjang tersebut sudah dirasakan kembali. Dan pihaknya berharap, pemerintah juga cepat mengambil solusi tepat agar para pengusaha wisata ini bisa beroperasi normal.

“Jujur kang, 4 bulan kita tutup. Sementara, kebutuhan tidak henti-hentinya. Termasuk, para pekerja serta pelaku usaha yang ada di sekitar pun kena dampaknya kalau tutup terus,” keluh Awan saat ditemui di Taman Wisata Fanisa di Jalan Cipanengah Kapung Nangela Rt 11/04, Desa Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi itu.

Lanjut Awan, pihaknya tidak hanya sekedar mengejar materi atau keuntungan semata saja. Melainkan, yang lebih menjadi perhatiannya yakni kesejahteraan karyawan serta warga pemilik warung sekitar yang terhambat akibat covid-19 ini.

“Karyawan disini ada sekitar 30 orang termasuk warga sekitar pemilik warung. Dengan dibuka kembali tempat berenang ini secara otomatis warga dan karyawan pun kembali terbantu perekonomiannya,” jelasnya.

Saat ini di wisata miliknya terbilang cukup dipadati pengunjung. Hanya saja, masih diberlakukan pembatasan dan diwajaibkan menjalankan protokol kesehatan. Terhitung, di hari pertama dibuka saja ada sekitar 500 orang pengunjung.

” Ya, sebenarnya biasanya kita tampung pengujung sekitar 1500 orang per hari. Namun, dikarenakan ada pembatasan, jadi hanya untuk 500 orang saja. Ya, intinya semoga semua berjalan normal kembali,” pungkasnya.

Reporter: Herwanto II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman
SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045
PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air
Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital
90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar
Antisipasi Pajak Kendaraan Tahunan, BPR Sukabumi Hadirkan Tabungan TAPAK
BPR Sukabumi Hadiri Peringatan Harkitnas 2026, Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital
Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:53 WIB

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman

Senin, 22 Juni 2026 - 12:32 WIB

SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00 WIB

PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:50 WIB

Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:04 WIB

90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB