JURNALSUKABUMI.COM – Wabah pandemi virus corona atau covid-19 masih melanda sampai saat ini. Bukan hanya dunia, termasuk Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hingga saat ini tercatat 25 orang meninggal dunia dan 14 pasien sembuh akibat penyakit asal Wuhan ini.
Hal tersebut berdasarkan data Media Center Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi, yang resni merilis hingga pukul 13.00.WIB pada hari Senin tanggal 08 Bulan Juni tahun 2020.
Menyikapi epidemi global ini, sebagai seorang muslim khususnya, hendaklah kembali kepada ajaran-ajaran agama Islam sendiri. Bahkan, tata cara dalam menghadapai musibah seperti dilanda penyakit pun sudah ada.
Seperti kutipan penjelasan da’i kondang yakni, Ust Adi Mulyadi alias Ki Hejo saat mengisi ceramah di Masjid Jami Al-Muhajirin Kampung Citiis RT. 05/03, Desa Bojongasih, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Senin malam (08/06/20).

Ia menjelaskan, sesuai riwayat dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda Allah SWT mengatakan. “Tidaklah seorang hamba diturunkan bala atau musibah, kemudian ia berpasrah diri kepada Allah kecuali Aku berikan padanya sesuatu sebelum ia meminta kepadaku, dan Aku Ijabah doanya sebelum ia berdoa kepadaku dan tidaklah seorang hamba diturunkan bala kepadanya kemudian ia berpasrah diri kepada makhluk bukan kepadaku kecuali Aku tutup pintu pintu langit atau tidak turun pertolongan kepadanya,” hadits Qudsi.
“Kuncinya satu, ketika kita khususnya umat muslim tengah mendapatkan musibah atau penyakit seperti corona ini yakni yang paling pertama pasrah dan kembalikan kembali kepada Allah SWT,” ulas Ki Hejo.
Pria lulusan S1 Sarjana Pendidikan Islam STAI Yapata Al-jawami Bandung 2009 itu menuturkan, hal tersebut pun sudah diterangkan dalam Kitab Mukasyafatul Qulub karya Al Imam Al Ghazali Bab ke tiga yaitu tentang Sabar dan Penyakit.
“Disana menjelaskan, sabar dibagi 3 jenis yaitu sabar tetkala menjalankan perintah Allah, sabar menjauhi larangan Allah dan sabar ketika menghadapi musibah,” pungkas Adi alumni satri Pondok Pesantren Assalafiyah dan Pondok Pesantren Minftahul Falah Sukabumi itu.
Reporter: Hendi II Redaktur: Ujang Herlan












