JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi Jalan Provinsi tepatnya di depan Kantor Desa/ Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi kembali dikeluhkan.
Pasalnya jalan yang merupakan akses utama lintas Kota dan Kabupaten Sukabumi itu kini, kembali rusak dan berlubang.
Akibatnya, tak sedikit sejumlah pengendara baik roda dua maupun roda empat terpaksa harus lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatannya saat melintas Jalan Pelabuan II KM18 tersebut.
Ketua Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Rayon Cikembar, Saulus Marinus Selan mengatakan, kondisi jalan tersebut rusak dan kerap menjadi penyebab dari kecelakaan tunggal.
Pria yang akrab disapa Marinus tersebut juga mengatakan, kondisi jalan rusak sudah berlangsung kurang lebih dua bulan dan belum ada perbaikan.
“Kalau rusak parahnya itu diperkirakan baru dua bulan. Dan panjang itu sampai perbatasan jalan coran sebelah barat diperkirakan 1KM kurang,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Senin (18/05/20).
Marinus mengaku, sudah melaporkan kondisi jalan tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Namun, sampai saat ini belum ada perbaikan.
“Sudah upaya melaporkan. Tetapi, belum ada perbaikan. Harapan saya sama dengan masysrakat yang lain, ingin segera diperbaiki,” tegasnya.
Terpisah, Salah satu pengendara motor yang melintas, Ujang (35) menuturkan, kondisi jalan tersebut sangat mengganggu, terlebih jika dimusim hujan, lubang tertutup air hingga menjadi kubangaan, tak ayal banyak pengendara yang terjatuh.
“Kalau musim hujan lubang itu tertutup air, tidak terlihat ada lubang. Jadi, banyak pengendara yang terperosok hingga terjatuh, karena tidak terlihat lubang lantaran tertutup air,” sambungnya.
Ujang berharap kepada instansi dan pihak terkait agar segera dilakukan perbaikan, agar seluruh pengendara merasa nyaman. Ia mengaku, untuk menghindari lubang, pengendara harus bergantian jika berpapasan dengan pengendara dari arah berlawanan.
“Berbahaya dan bisa jadi menjadi faktor pemicu kecelakaan. Seperti kemarin saja, adanya kecelakaan tunggal akibat menghindari lubang jalan dan terpeleset,” pungkasnya.
Reporter : Ruslan AG II Redaktur: Ujang Herlan






