Polemik Politik di Tengah Pandemik

Selasa, 5 Mei 2020 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ira Farida (Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia)

Bang Toyib, bang Toyib, kenapa tak pulang pulang, sepenggal lirik lagu milik Ade Irma yang berjudul Bang Toyib. Orang-orang kini telah menjelma jadi Bang Toyib, bukan maksud untuk mendalami tokoh  dalam lagu tersebut namun sifat Bang Toyib yang kini terjamah tanpa sengaja oleh orang-orang perantauan yang terjebak di kota orang untuk mengais rezeki bagi keluarganya. Kendati Abang, Neng Toyib pun kini nyata adanya, sedikit jeu d’sprit tapi memang nyata. Lama tak jumpa dengan sanak saudara dan handai tolan akibat mandat PSBB dari pemerintah guna memutus rantai Covid-19 dengan segera, agar lebaran nanti orang-orang bisa bersalaman dan berpelukan dengan tenang tanpa rasa cemas.

Aroma politik pun kini tercium tanpa tahu-menahu di tengah hiruk pikuk pandemik, hiruk pikuk angsa hitam yang membuat orang geleng-geleng kepala. Teori angsa hitam dikemukakan oleh Nassim Nicholas Taleb dalam bukunya The Black Swan (2007) yang elaborasinya yaitu berbagai peristiwa langka yang terjadi di dunia dengan ciri berdampak besar, sulit diprediksi, dan diluar perkiraan biasa. Covid-19 bisa termasuk salah satu contoh nyata dari adanya teori Black Swan ini. 

Dilansir dari Tirto.id, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Ahmad Yurianti (4/5/2020) mengumumkan sejauh ini di Indonesia telah terdapat 11.587 pasien kasus positif Corona, 864 jiwa meninggal dunia, dan sebanyak 1.954 orang dinyatakan sembuh.

Indonesia dan dunia kini sedang sakit parah akibat pandemik virus Corona atau disebut Covid-19 (Corona Virus Disease 2019). Covid-19 ini pertama kali muncul di tahun 2019 yang terdeteksi di Wuhan, Cina. Virus ini yang menyerang sistem pernapasan dan bisa menyebabkan kematian. WHO (World Health Organization) pun menyebut Covid-19 ini sebagai pandemi global. Berbagai anjuran dan kebijakan dari pemerintah bahkan langsung dari WHO untuk berjaga-jaga agar terhindar dari Covid-19 ini, seperti hidup yang lebih sehat, mencuci tangan, memakai masker, dan penanggulangan lainnya, bahkan pemerintah membuat suatu kebijakan besar saat ini yaitu PSBB (Pembatasan Sosial Berskala besar) yang dianggap mampu mempercepat penanggulangan sekaligus mencegah penyebaran Covid-19.

Kewajiban pemerintah untuk mengatur negaranya yang kini sedang dilanda pandemik salah satunya yang dilansir dari okezone.com bahwa Presiden Joko Widodo telah menekan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 pada 31 Maret 2020. Tidak hanya itu, dari kalangan pemerintah, seniman, dan khalayak kini booming menyebarkan konten positif, baik dalam bentuk video, poster maupun swafoto dengan hastag dirumah aja (#dirumahaja) guna mengajak khalayak agar tetap mematuhi perintah dari pemerintah untuk memutus mata rantai virus ini.

PSBB ini memang serasa minum jamu, pahit namun harus diminum agar tubuh sehat. Kebijakan pemerintah akan PSBB pun menuai polemik karena orang-orang tidak bisa keluar rumah yang ingin bekerja menafkahi keluarganya, namun apa daya. Sumbangan dari pemerintah pun memang nyata adanya, tapi masih menuai kritik dari masyrakat karena tidak meratanya sumbangan yang digelontorkan pemerintah, inilah kelakuan oknum-oknum terselubung yang menjadi dalang akan ketidakmerataan bansos (bantuan sosial) ini. 

Kegaduhan tidak hanya soal PSBB saja, ranah politik pun, politik yang memang selalu ramai dan gaduh di negeri ini, bukan salah politiknya, namun politisinya ketika ada kisruh. Apalagi Desember 2020 nanti akan ada pesta, jelas bukan pesta Ronggeng, namun pesta politiklah dimana pilkada serentak akan berlangsung, mungkin juga ada pesta Ronggeng untuk menyambut nan mengiringi pemimpin baru yang akan duduk di kursi kekuasaannya. Masyarakat dibikin gemas akan ranah politik yang penuh nafsu dibawa-bawa ke keadaan yang sedang lara seluruh umat ini.  Banyak segelintiran asumsi baik dari masyarakat awam maupun pengamat politik yang menyebut bahwa pandemik Covid-19 ini dijadikan panggung politik. Seperti bupati di beberapa daerah yang niat hatinya hanya diketahui oleh dirinya dan Tuhan, namun tindak tanduknya lah yang membuat orang curiga akan kebaikan yang tidak tahu ikhlas atau tidaknya. Wajah-wajah bupati terpampang jelas dilekatkan pada hand sensitizer hingga karung beras dan kantong sembako. Hal ini menuai banjir kritik dari masyarakat.

Masyarakat pun dibuat geger dengan saksi mata dan telinga dari kabar yang diberi para jurnalistik senior melihat para tuan dan puan DPR yang masih sibuk dengan agenda pembahasan sujumlah RUU kontroversi. Diantaranya RUU Cipta Kerja, RUU Pemasyarakatan, dan RUU KUHP. Dilansir dari laman youtube Najwa Shihab (2/5/2020) (https://youtu.be/t9rRSLt1SlA) berkata bahwa “Membahas Undang-Undang yang menyangkut hajat hidup orang banyak di masa seperti sekarang ini terlalu mengundang curiga. Tidak ada Undang-Undang yang tidak penting, semua penting. Justru karena Undang-Undang itu penting, aneh jika pembahasannya diseriusi di waktu seperti sekarang. Saat dimana perhatian dan konsentrasi kita sedang terkuras bertahan hidup di tengah wabah”. Begitulah pemaparan dari salah satu jurnalistik terkemuka. “Niat baikpun perlu proses yang baik, proses yang semrawut justu yang akan disusul polemik” tambahnya.

Corona ini jelas lebih akut dibanding isu politik yang bikin geram telinga saja. Rakyat sekarang banyak menaruh harapan pada pemerintah, semoga kebijakan-kebijakanya akan membuahkan hasil yang manis, agar Bang Toyib dan Neng Toyib bisa pulang dan membeli baju lebaran dari hasil keringatnya, agar lebaran tiba nanti bisa bersalaman dengan para tetangga, dan agar berjuta-juta harapan di luar sana bisa terkabul. Semoga atmosfer pandemik ini segera punah serta polemik-polemik ini bisa mereda. Amin.

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam