Miris, Hidup di Kandang Kambing “Ujun” Lelaki Sebatang Kara di Sukabumi

Selasa, 5 Mei 2020 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Miris, kemiskinan di negara kaya raya dan berlimpah seharusnya tidak terjadi. Tapi kali ini ada seorang warga Ujun Juhaeni (50) tinggal sebatang kara di Kandang Kambing, Kampung Batutumpang RY 23/03 Desa Palasari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi

Informasi yang dihimpun jurnalsukabumi.com, Ujun yang hidup di area kandang kambing tanah milik saudaranya hanya bersekatan bilik yang memisahkan antara kandang kambing dan gubuknya. Luas dengan lahan sekitar 2×2 meter tersebut sudah menjadi kebiasaan menghidup bau kotoran kambing yang harus terhisap.

Kurang lebih selama tiga bulan Ia tinggal di gubuk yang menjadi tempat istirahat dan tidur kesehariannya yang tak berfasilitas kamar mandi dan dapur. Ujun dalam keseharian bekerja mencari rumput dan mengurus kurang lebih sepuluh kambing milik orang lain.

“Harus gima lagi, saya punyanya seperti ini, memang kalau bau sudah biasa, tetapi ini jalan hidup saya mungkin,”  ungkap Ujun kepada jurnalsukabumi.com.

Ujun bersama kambingnya sedanf diberikan makanan rumput

Lelaki sebatang kara tersebut sudah cerai atau pisah dengan istrinya. Bahkan secara administrasi kependudukan tak dimiliki oleh Ujun baik KTP maupun KK, sehingga sejumlah bantuan dari pemerintah yang dikucurkan, Ujun tak bisa menikmati dan menerimanya. 

“Saya hanya mengandalkan mengurus kambing saja. Ini kambing juga bukan milik saya, saya hanya mengurus saja, jika ada hasil akan dibagi atau maparo,” tutur Ujun.

Ujun yang pernah memiliki tanah pun terjual untuk membiayai anaknya menikah bertahun-tahun, sehingga Ia menjadikan kandang kambing tersebut menjadi tempat tidurnya.

Sementara itu ketua RT 023 Saepullah saat ditemui di lokasi membenarkan, selama ini aktivitas Ujun sebagai pencari rumput selama tiga bulan sampai saat ini beliau tingga berdempetan dengan kandang kambing, terkadang apabila usai mencari rumput suka beristirahat di musola dan ibadah solat, untuk bertahan hidupnya dari hasil mengurus kambing, Ia berikan terhadap ibu Mumun tetangganya untuk makan dan minumnya.

“Betul kalau yang sebenarnya beliau tuh baru tiga bulan tinggal di sini, karena dulunya itu dia tinggal di daerah Cicemet bersama anak dan istrinya Mungkin setelah berpisah dengan istrinya, Ia kembali lagi ke sini hingga ya membuat rumah seperti itu,”

Sambung Saepullah, untuk selanjutnya mungkin nanti akan di uruskan data kependudukan di Desa.

“Kita ke RTan sudah melakukan koordinasi dengan pak Kades untuk dicarikan solusinya,”pungkasnya.

Reporter: ifan  
Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Tak Kuat Menanjak, Truk Kayu Terguling di Cibangban Sukabumi
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Suami Bongkar Dugaan Perselingkuhan di Kalibunder, Oknum Guru Dilaporkan ke Polisi
Gempa M4,1 Guncang Sukabumi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Tak Kuat Menanjak, Truk Kayu Terguling di Cibangban Sukabumi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Berita Terbaru