Guru Bukan Buruh, Sebuah Catatan Juru Among

Jumat, 1 Mei 2020 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ade Chairil Anwar, M.Pd.I
Pengelola Sekolah Alam Natur Islam Bekasi, Asesor BAN PAUD Jawa Barat

JURNALSUKABUMI.COM -Hari ini tepat tanggal 2 Mei 2020, kita menyebutnya sebagai Hari Pendidikan Nasional, penanggalannya diambil dari hari ulang tahunnya Ki Hadjar Dewantara yang (katanya) merupakan salah satu bapak pendidikan nasional. Akan tetapi meskipun telah 75 Tahun merdeka, namun pemerataan pendidikan di negara kita masih belum maksimal, kualitas pendidikan Indonesia masih jauh tertinggal dari negara tetangga, mutu pendidikan jangan tanya, kesejahteraan guru apalagi.

Hari Pendidikan Nasional tentu berbeda dengan Hari Buruh Sedunia yang diperingati sehari lebih awal, tepatnya tanggal 1 Mei, setiap tanggal itu pula kita saksikan demo besar-besaran, menuntut haknya, meminta kenaikan upah dan tuntutan lainnya, demonya pun beragam, ada yang sekedar demo, ada pula yang dibarengi dengan panggung hiburan. Dan, di hari itu, telah resmi menjadi hari libur nasional, konon, itu adalah buah soliditas dan solidaritas kaum buruh yang memperjuangkan haknya.

Memperingati hari pendidikan nasional, jangankan demo, libur pun tidak, jika pun ada, pasti tak sebanyak buruh yang berdemo, padahal jumlah guru yang merupakan tulang punggung pendidikan tanah air, tak kalah banyak dengan jumlah buruh, bahkan mungkin lebih banyak, bayangkan saja, di kota besar maupun pelosok pastilah ada lembaga pendidikan, sedang pabrik dan perusahaan, rerata terpusat di kota-kota besar.

Itulah bedanya buruh dan guru, buruh sebagian besar mengurusi aktivitas yang berhubungan dengan barang, benda mati, sedang guru mengurusi aktivitas manusia, siswa, alias sesama makhluk hidup. Sebab itulah, aktivitas buruh lazim disebut dengan “Bekerja”, sedang guru cenderung disebut “Mengabdi”. Dua diksi yang sangat berbeda interpretasi.

Sebab, sang Guru menyadari, mengajar, mendidik, dan melayani lebih berarti dari sekedar berdemo, keikhlasan bukan lagi di lisan, tapi sudah sampai pada hakikat, di tangan mereka kelak lahir pemimpin-pemimpin yang adil, yang santun, yang peduli terhadap rakyat miskin, yang siap pasang badan kala marwah negara, marwah bangsa, marwah rakyat terkoyak, terganggu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan mengatasnamakan globalisasi, mengatasnamakan kesetaraan, mengatasnamakan pembangunan.

Sampai disini kita tersadarkan, ketika seorang tokoh mengatakan, “Guru tidak boleh  mengidentifikasikan dirinya sebagai buruh”. Sebab, jelas betapa mulianya tugas seorang Guru, ia tak bisa disandingkan, tak pula dibandingkan dengan siapa pun, dan apapun. Di tiap butir keringat merekalah bangsa ini menjadi bangsa yang beradab, bangsa yang malu, bangsa yang beretika.

Pendidikan adalah ruh, energi pembangun bangsa, simbol peradaban manusia, dan guru adalah tulang punggung pendidikan, hargailah mereka sekecil apa pun pengorbanan dan perjuangannya. Sebab keikhlasan dan keistiqomahan adalah harga mati bagi mereka.

Pesan saya hari ini untuk orang tua dan pemerintah; 1) Berkomunikasi efektif, santun, dan penuh penghormatan dengan guru yang telah sudi mendidik tunas bangsa merupakan legasi positif yang selalu dikenang oleh mereka. 2) Berikan hak mereka tepat waktu, hargai keringat mereka dengan penghasilan yang layak, jangan sekali-kali kau tunda hak guru, sebab ada kebahagiaan bagi mereka yang tak kau ketahui. 3) Jauhi kebiasaan menunggak biaya pendidikan, sungguh itu meruntuhkan wibawamu sebagai makhluk berbudi dan merusak akal sehat manusia. 4) Patuhi dan ikuti semua pijakan, arahan, dan bimbingan dari guru dan sekolah. Sebab ada nilai kebaikan yang kelak berguna bagi masa depan nakhkoda bangsa ini.

Keberhasilan pendidikan membutuhkan kerjasama yang simultan dan masif antara orang tua, guru dan lingkungan. Berikhtiarlah demi pendidikan terbaik anak-anakmu. Semoga kelak, Tuhan menganugerahkan pemimpin beriman dan betul-betul concern terhadap pendidikan nasional, hanya dengan pendidikan lah  harkat dan martabat bangsa terangkat, dan Indonesia menjadi negeri yang kuat, negeri yang hebat.

Salam Pendidikan

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam