Beredar Video Pemberhentian Karyawan GSI 1 Cikembar, Apa Fakta Sebenarnya?

Kamis, 30 April 2020 - 13:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ramainya dua video yang memperlihatkan momen perpisahaan karyawan dengan management, serta dengan sesama karyawan, di beberapa WhatsApp Group (WAG). Hal tersebut diduga terjadi di PT. Glostar Indonesia (GSI 1 Cikembar), Kabupaten Sukabumi.

Dalam video yang berdurasi 00:30 detik memperlihatkan moment sillaturahmi atau bersalaman. Sementara, video kedua yang berdurasi 00 : 26 detik memperlihatkan moment perpisahaan yang diwarnai isak tangis karyawan.

Ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP TSK SPSI) PT Glostar Indonesia (GSI) I Cikembar, Ferry Supriyadi membenarkan adanya video tersebut.

Saat diwawancarai, Ferry menuturkan, yang berada didalam video tersebut bukan dalam kategori di Putus Hubungan Kerja (PHK) melainkan tidak lulus training.

“Bukan di PHK, mungkin lebih tepatnya tidak diluluskannya training, dengan masa kerja dibawah tiga bulan,” kata Ferry kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (30/04/20).

Ferry juga mengaku, telah kedatangan dan menerima pengaduan dari dari ratusan orang (yang tidak lulus training red), atau karyawan masa percobaan.

“Kurang lebih ada 200 orang datang kesini untuk membuat pengaduan tentang nasib mereka yang tidak lulus training,” ujarnya.

Pada prisipnya secara organisasi, sambung Ferry akan menjalankan kewajiban memperjuangkan hak mereka (yang tidak lulus training red) walaupun kondisinya sangat sulit. Menurutnya, untuk karyawan training itu otoritas sepenuhnya ada di management perusahaan.

Lanjut Ferry, sebagai organisasi punya kewajiban memperjuangkan nasib mereka dan akan berikhtiar semaksimal mungkin. Akan tempuh langkah – langkah yang sesuai mekanisme, seperti Bipartit. Kalau tidak selesai Bipartit, maka akan dilakukan mediasi mungkin sampai PHI.

“Apapun keputusan pengadilan nanti, yang penting kita sudah ber-iktiar semaksimal mungkin memperjuangkan nasib mereka sesuai kewajiban organisasi.” pungkasnya.

Reporter: Ruslan AG
Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Harapan Warga Mekarjaya Miliki Air Bersih Mulai Terwujud Lewat Program TMMD
Bawa 242 Atlet, Kabupaten Sukabumi Bidik 10 Besar PORPROV Jabar 2026
PWI Sukabumi Apresiasi Prestasi Kang Sule, Resmi Sandang Gelar Magister Ilmu Administrasi
Empat Warung Remang-remang di Palabuhanratu Disegel, Operasi Gabungan Sita 60 Botol Miras
Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas
Nah Lho! Satpol PP Sidak Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan dan Temukan Pelanggaran Ini
Soal PT Cosmo Cikembar, Warga: Kami Tak Ingin Cuma Jadi Penonton!
Dua Guru Sukabumi Raih Prestasi di Korea Selatan, Lahirkan Inovasi Smart Hanjeli
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 18:37 WIB

Harapan Warga Mekarjaya Miliki Air Bersih Mulai Terwujud Lewat Program TMMD

Minggu, 8 November 2026 - 13:26 WIB

Bawa 242 Atlet, Kabupaten Sukabumi Bidik 10 Besar PORPROV Jabar 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 14:48 WIB

PWI Sukabumi Apresiasi Prestasi Kang Sule, Resmi Sandang Gelar Magister Ilmu Administrasi

Sabtu, 7 November 2026 - 11:49 WIB

Empat Warung Remang-remang di Palabuhanratu Disegel, Operasi Gabungan Sita 60 Botol Miras

Rabu, 4 November 2026 - 11:54 WIB

Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas

Berita Terbaru