JURNALSUKABUMI.COM – Jembatan “Muara” penghubung dua Kecamatan, kondisinya sangat mengkhawatirkan. Selain, lapuk dimakan usia, juga dimusim penghujan tahun ini pondasinya longsor tergerus air dan nyaris ambruk. Jembatan penghubung dua kecamatan tepatnya di Dusun Gunungbatu, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, dan Dusun Cisalak, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar.
Informasi yang dihimpun jurnalsukabumi.com, jembatan yang memiliki panjang 80 meterndan kebar 1 meter, melintang dialiran sungai Cimandiri tersebut. Jika jembatan ambruk atau putus, Dusun Gunungbatu terancam terisolir. Pasalnya, jembatan gantung tersebut merupakan akses satu-satunya memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.
Meskipun, kondisinya tua dan lapuk bahkan sesekali membahayakan, hingga sampai saat ini jembatan tersebut masih dipergunakan sebagian masyarakat untuk jalan pintas.
“Ya, mau gimana lagi, jika menggukan jalan utama itu muternya terlalu jauh, kalau lewat sin lebih dekat,” ujar singkat salah satu warga Dusn Gunungbatu, Darman (40).
Sementara itu, dilokasi terpisah kepala Dusun Cisalak, Rendi Purwandi mengaku, setelah menerima kabar adanya longsor yang mengancam keberadaan jembatan gantung tersebut. Pihaknya, akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Bojongjengkol, dan pihak-pihak terakit.
“Karena posisi terjadinya longsor berada di Kedusunan Gunungbatu masuk wilayah pemerintahan Desa Bojongjengkol sebagaimana diketahui, perputaran ekonomi masyarakatnya bergantung di Desa Sukamaju.” pungkasnya.
Reporter : Ruslan AG
Redaktur: FK Robbi












