Kades di Sukabumi Layangkan Surat Terbuka ke Kang Emil Soal Rencana Bantuan Terdampak Covid-19, Isinya?

Minggu, 5 April 2020 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Aryo Bangun Adinoto melayangkan surat terbuka ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Isi suratnya terkait dengan rencana kucuran dana bagi warga terdampak sampar Covid-19, penyakit menular akibat virus corona.

Melalui akun Facebooknya bernama Kades Tenjolaya Cicurug Sukabumi, Minggu (05/04/2020) menyampaikan, kalau Kang Emil, sapaan karib Ridwan Kamil, mau memberikan bantuan langsung hanya kepada sebagian masyarakat kecil lebih baik dikaji dulu. Sebab, saat ini masyarakat hampir semua elemen dianggapnya merasakan dampak wabah Covid-19.

“Kalau hanya sebagian kecil yang mendapatkan mendingan tidak usah. Kasihan masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan, karena kondisi hari ini semuanya terdampak. Masyarakat yang berpenghasilan tinggi pun hari ini banyak yang tiba-tiba tidak berpenghasilan. Apa lagi masyarakat yang berpenghasilan harian rendah,” ungkap Aryo.

Kekhawatiran Aryo cukup beralasan. Dia mengingatkan, dulu zaman luncuran dari kebijakan kenaikan BBM berupa program bantuan langsung tunai (BLT) ada ekses negatifnya. Terjadi konflik sosial sampai-sampai ada kantor desa yang dibakar.

“Apa lagi sekarang semua terdampak, karena banyak masyarakat yang dirumahkan. Bisnisnya berhenti, jualannya tidak laku, dan sekarang masyarakat mudah sekali mengakses berita yang muncul. Bahkan bantuan belum turun banyak yang sudah menanyakan dan mengaku sangat terdampak virus corona,” paparnya.

Berikut tulisan lengkap surat terbukanya:

Surat terbuka untuk bapak Ridwan Kamil :Bapak gubernur yang terhormat.seandainya kalo bapak mau memberikan bantuan langsung kepada masyarakat desa hanya sebagian kecil..tolong dikaji dulu.dan kalo hanya sebagian kecil yang mendapatkan mendingan  tidak usah..kasihan masayarakat yang tidak mendapatkan bantuan.karna kondisi hari ini semuanya terdampak ..masyarakat yang berpenghasilan tinggi pun hari ini banyak yang tiba tiba tidak berpenghasilan..apa lagi masyarakat yang berpenghasilan harian rendah..dulu jaman luncuran pemerintah pusat yang namanya BLT.banyak korbannya..hanya kebijakan kenaikan BBM.dan masyarakat diberi bantuan langsung tunai..terjadi konflik sosial sampai sampai ada kantor desa yang dibakar..apa lagi sekarang semua terdampak karna banyak masyarakat yang dirumahkan.bisnisnya berhenti..jualannya tidak laku..dan sekarang masyarakat mudah sekali meng akses berita  yang muncul.bahkan bantuan belum turun banyak yang sudah menanyakan dan mengaku kami sangat terdampak virus corona.contoh yang kami rasakan..masyarakat yang pinjam berbondong bondong kedesa ingin ada kebijakan dari kepala desa untuk membuat kebijakan supaya menghentikan penagihan kepada bank emok yang ada didesa.apa lagi sipatnya bantuan kami yang bersentuhan langsung dengan rakyat kami didesa..bapak gubernur tujuan bapak sangat mulia tapi kalo tidak merata.akan jadi malapetaka..mudah mudahan ada yang menyampaikan ke bapak gubernur..dan menjadi pertimbangan..untuk memberi bantuan langsung kepada masyarakatnya.dibagi rata..kebagian semuanya.walau hanya 50 rb per kk..atau semua diberi sembako yang penting tidak pilah pilah..kami di desa melihat langsung mendengar langsung dari masyarakat.

Reporter: Herwanto

Redaktur: Jon Digos

Berita Terkait

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total
Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:11 WIB

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:25 WIB

Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB