Pabrik di Sukabumi Tidak Libur? Bupati dan Pimpinan PT. MT Jelaskan Hal Ini

Selasa, 31 Maret 2020 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Berbagai tanggapan miring mengenai tidak diliburkannya beberapa perusahaan khususnya garmen yang mendominasi di Sukabumi, mulai bermunculan.

Bahkan, tak sedikit sebagian pihak pun meminta para pengusaha untuk menghentikan sementara aktifitas pegawainya karena dipicu kekhawatiran ditengah wabah pandemi Corona saat ini.

Akan tetapi, bukan tanpa alasan mengenai masih beroprasinya perusahaan dan aktifitas buruh hingga samapi saat ini, seperti halnya ungkapan yang dilontarkan Pimpinan PT Muara Tunggal di Jalan Perintis Kemerdekaan No.126, tepatnya di Kampung Kebonrandu, Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

“Jadi kita berpedoman Surat edaran dengan nomor M/3/HK.04/III/2020 yang ditandatangani langsung Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah bahwa untuk industri ini ada regulasinya tersendiri,” ujar General Manager (GM) PT MT, Sudarno Rais, kepada jurnalsukabumi.com, Senin (30/3/20).

Mengenai Lockdown sambung Sudarno, itu kewenangannya ada di Pemerintah pusat. Yang terpenting diperusahaan ini sudah melakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), bagaimana pencegahaan penyebaran Covid-19 ini.

“Mulai dari standar lengecekan suhu tubuh, penyediaan masker, penyediaan fasitilitas sanitasi, kebersihan, kerrapihan dan K3 dijalankan. Sehingg, kita optimis diperusahaan ini terjaga dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami sempat menyampaikan, mengenai tidak diliburkannya pabrik seperti garmen ini memang sudah ada surat edaran dari kementerian ketenagakerjaan RI. Dan memang hal sulit dilakukan karena perusahaan juga dikejar target pemesan.

Bahkan, kebijakan itu berbeda halnya ketika pemerintah meliburkan sekolah karena ada alternatif atau metode pembelajaran lain yang bisa diterapkan oleh siswa dan guru.

“Salah satu alasannya, sektor industri tidak bisa digantikan pakai online kerjanya. Sementara yang diliburkan hanya sekolah karena ada alternatif sistem pembelajaran misalkan lewat memberikan pekerjaan rumah, lewat online, masih bisa mereka belajar,” kata Marwan belum lama ini.

Reporter : Ruslan AG
Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus
Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:49 WIB

Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Berita Terbaru