JURNALSUKABUMI.COM – Para pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, mengeluh lantaran sudah hampir beberapa bulan terakhir ini, pasokan air tidak normal.
Kekecewaan pun memuncak, tetkala pasokan air yang dibutuhkam mati mendadak. Warga menilai pihak PDAM belum mampu memberikan pelayanan yang maksimal. Sebab, hingga saat ini belum ada penanganan cepat dan kejelasan akan penyebab hal tersebut.
Keluhan yang muncul ini pun terutama dirasakan, warga Kampung Cirangkong, Desa Mekarsari yang tak sedikit di wilayah tersebut mengalami kekecewaan. Bahkan, sempat menyampaikan langsung kepada pihak PDAM Cabang Kalapanunggal, akan tetapi belum ada jawaban pasti akan keluhan ini.
“Sudah hampir tiga bulan kebelakang keluhan ini dirasakan khususnya di RT.21/08. Sempat menanyakan langsung sih ke pihak PDAM, cuman jawabannya sabar dan sabar saja. Kan bingung,” keluh Ujang Supriadi kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (28/03/20).
Keluhan yang paling dirasakan kata Supriadi, air mati total hingga hampir tiga hari. Sesekali air menyala, pasti di malam hari dan siangnya mati. Ia berharap, agar secepatnya ada penanganan serius terkait keluhan yang dirasakan cukup lama ini.
“Tiga hari air mati, atau siang mati malam hidup. Jelas terganggu lah, karena air ini menjadi kebutuhan pokok. Beri kami kejelasan, bukan disuruh sabar,” ketusnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban dari pihak Cabang maupun PDAM pusat akan keluhan yang dirasakan ini.
Redaktur: Ujang Herlan












