HMI Cabang Sukabumi Lontarkan Tiga Aspirasi ke DPRD

Senin, 29 Juni 2020 - 13:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korp HMI-wati (KOHATI) Cabang Sukabumi menggelar audiensi pertama setelah pasca COVID-19 bersama DPRD Kota Sukabumi, Senin (29/06/2020).

Kedatangan para mahasiswa tersebut sekaligus menyampaikan tiga aspirasi yakni, terkait sejumlah pembangunan fisik di Kota Sukabumi, mengusulkan Bank Data satu pintu dan menolak RUU HIP untuk membatalkan bukan untuk menundanya.

“Tiga poin ini kami sampaikan langung kepada para perwakilan rakyat di Kantor DPRD Kota Sukabumi. Tidak sampai disanan, kita akan kawal kedepannya,” ujar Sekretaris Umum HMI Cabang Sukabumi, Muhammad Mulki kepada jurnalsukabumi.com.

Adapun poin utama kata Mulki, mengenai sejumlah pembangunan fisik di Kota Sukabumi yang berasal dari anggaran bantuan Provinsi Jawa Barat terancam tidak akan terlaksana. Sebab, anggaran tersebut terkena recofusing untuk penanganan Covid-19 di Jawa Barat.

“Diantaranya pembangunan tersebut, Pasar Pelita, Gor Lapang Merdeka, SD Sudajaya Hilir, Pembangunan Puskesmas Nangeleng E.Pembangunan Depo Arsip, Pembangunan Gedung Audioturium di Jalan Sarasa Kecamatan Cibeureum dan Double track. Semunya mangkrak, belum tuntas dan menjadi catatan merah pemerintah Kota Sukabumi,” jelasnya.

Harapan selanjutnya kata Mulki, mengusulkan Bank Data satu pintu untuk menghimpun data bantuan sosial (Bansos) yang terjaring di DTKS ataupun BPS dalam 3 Bansos tersebut, pengaksesannya bisa langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap datanya berbentuk aplikasi dengan sistem database dan dengan algoritma yang bisa menyesuaikan status keluarga penerima manfaatnya, kemudian untuk validasinya berjalan dengan algoritma yang sudah di buat sehingga verifikasi data cepat dan tepat,” harapnya.

Sementara poin ketiga masih kata Mulki, yaitu pihaknya menolak RUU HIP untuk membatalkan bukan untuk menundanya.

“Semua aspirasi yang kami sampaikan akan di rapatkan kembali dan sisampaikan kepada pemerintah daerah. Kami seluruh akan terus kritis dan mengawal apa yang sudah di sampaikan oleh DPRD Kota Sukabumi,” pungkasnya.

Reporter: Riki Rahardian II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi
Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI
Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Berita Terbaru