JURNALSUKABUMI.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kembali menggelar kegiatan sosialisasi dan penguatan pengawasan partisipatif masyarakat dalam rangka menjaga Demokrasi Pancasila yang berlangsung di Hotel Permata Hijau, Kota Sukabumi, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini dipandu oleh Hasanuddin selaku moderator dengan menghadirkan Anggota DPR RI, Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Ketua Bawaslu Kota Sukabumi, serta narasumber lokal.
Anggota DPR RI, Heri Gunawan, SE., M.M., M.AP., mengawali pemaparan dengan menegaskan pentingnya Pancasila sebagai landasan utama berdemokrasi dan kedaulatan rakyat. Ia menyoroti catatan evaluasi Pemilu dan Pilkada 2024 di Kota serta Kabupaten Sukabumi, khususnya terkait penurunan partisipasi pemilih serta perlunya peningkatan kesadaran kritis masyarakat dalam mengawasi kecurangan secara mandiri.
Hergun, saapan karib Heri Gunawan juga memaparkan fokus pemerintah dalam Asta Cita dan revisi Undang-Undang Pemilu guna memperkuat kelembagaan Bawaslu serta penegakan hukum pemilu.
Menyambung pemaparan tersebut, Komisioner Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Freddy, menguraikan tantangan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) baik di tingkat nasional maupun Provinsi Jawa Barat yang menunjukkan tren penurunan. Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan instrumen krusial untuk mencegah terjadinya berbagai jenis pelanggaran, mulai dari pelanggaran administratif, kode etik, hingga tindak pidana pemilu dan politik uang.
Ketua Bawaslu Kota Sukabumi, Yasti Yustia Asih, menekankan pentingnya sinergi antara Bawaslu dan seluruh elemen masyarakat Sukabumi. Ia menyampaikan bahwa suksesnya pengawasan tidak hanya bergantung pada lembaga pengawas, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif warga melalui berbagai saluran program pengawasan yang telah disiapkan.
Sementara itu, narasumber lokal Irna Lisnawati memaparkan empat program strategis pengawasan partisipatif Bawaslu, yakni Pendidikan Pengawas Partisipatif, Pojok Pengawasan, Forum Warga, dan Komunitas Digital Pengawasan Partisipatif. Ia mendorong keterlibatan generasi muda, pemilih pemula, organisasi masyarakat, hingga pembuat konten untuk aktif menyebarkan edukasi dan melaporkan dugaan pelanggaran.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus mengawal proses demokrasi, menolak politik uang dan berita hoaks, serta mensukseskan gerakan pengawasan partisipatif demi terwujudnya Pemilu 2029 yang bermartabat.
Redaktur: Ujang Herlan













Komentar