JURNALSUKABUMI.COM – Video viral seorang anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menangis histeris meminta Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi menyita perhatian. Di balik rengekan bocah yang tak kunjung reda itu, terungkap distribusi MBG di sekolahnya sedang berhenti sementara.
Video berdurasi 1 menit 19 detik tersebut beredar di grup WhatsApp. Dalam rekaman itu, seorang anak terlihat merengek kepada gurunya sambil berulang kali menanyakan MBG. Sejumlah guru berusaha menenangkan, tetapi bocah tersebut tetap menangis dan bersikeras ingin mendapatkan makanan yang biasanya dibagikan di sekolah.
Peristiwa itu diketahui terjadi di KB Arrobani, Kampung Babakan, Desa Cijureuy, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.
Pengajar KB Arrobani, Nurul, mengaku sempat kebingungan melihat reaksi anak didiknya. Menurutnya, kejadian seperti itu baru pertama kali terjadi, meskipun sebelumnya anak-anak sudah terbiasa menerima MBG di sekolah.
“Mengenai anak nangis, anak mungkin lagi manja biasa kalau anak PAUD. Memang biasanya suka ada MBG, tidak pernah kaya gitu, bahkan kalau ada juga jarang makan. Cuman pas kemarin itu pas MBG tidak ada anak itu nangis pengen makan MBG,” jelas Nurul saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (12/10/2026).
Nurul mengatakan, tangisan itu terjadi menjelang waktu pulang sekolah. Anak tersebut terus menanyakan keberadaan makanan yang biasanya diterima, hingga membuat para guru berusaha menenangkannya.
“Kejadiannya itu pas waktu mau pulang, anak itu nangis kekeuh mau makan MBG, pokonya kan kalau anak itu biasa tantrum. Cuma memang hari itu anak kaya gimana gitu mereka menanyakan, MBG mana, MBG mana,” tuturnya.
Di balik kejadian yang terekam kamera tersebut, ada penghentian sementara distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Sukabumi Gegerbitung 3 yang berlokasi di Jalan Pramuka, Kecamatan Gegerbitung.
Nurul mengungkapkan, pihak sekolah sebelumnya telah menerima pemberitahuan dari kepala dapur bahwa penyaluran MBG dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“Memang sebelumnya kami dapat informasi dari kepala dapur katanya sementara off, nanti juga ada lagi, waktunya sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya.
Meski demikian, Nurul menilai program MBG selama ini memberikan manfaat bagi anak-anak di sekolahnya. Ia juga menyebut pihak dapur merespons dengan baik ketika sekolah menyampaikan masukan mengenai menu makanan.
Namun, setelah distribusi terhenti, anak-anak justru terus menanyakan kapan makanan tersebut kembali dibagikan.
“Kalau selama ini SPPG Polri Gegerbitung alhamdulillah bermanfaat. Namun, saat ini pas MBG enggak ada, anak-anak pada nanyain, ‘Ibu, MBG mana? Ibu, kapan ada MBG?’ Sampai hari tadi saja mereka pada nanyain,” ungkapnya.
Kepala SPPG Polres Sukabumi Gegerbitung 3, Hadi Saputra, mengaku terkejut saat pertama kali mengetahui video anak yang menangis meminta MBG tersebut. Ia sempat mengira terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sebelum mengetahui isi rekaman secara utuh.
Setelah memahami kejadian tersebut, Hadi mengaku merasa memiliki tanggung jawab moral karena anak-anak yang sebelumnya menerima makanan kini harus menunggu kepastian kelanjutan distribusi.
“Menanggapi video anak yang nangis mau MBG itu, saya selaku kepala dapur merasa ada beban moral yang belum bisa saya tuntaskan, karena MBG yang harusnya mereka terima tiap hari, harus stop sementara kami distribusikan,” ungkap Hadi.
Ia menjelaskan, operasional dapur dihentikan sementara karena pihaknya belum menerima Surat Penetapan Penerima Manfaat Sementara Tahap Kedua (SPS 2) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Kondisi tersebut, menurut Hadi, berkaitan dengan keterbatasan jumlah penerima manfaat di wilayah kerja SPPG yang dikelolanya.
Hingga kini, pihaknya masih menunggu kepastian penerbitan SPS 2 agar distribusi MBG dapat kembali berjalan.
Hadi menambahkan, sejumlah sekolah juga telah menanyakan kapan makanan kembali dibagikan. Pihak SPPG berupaya memberikan penjelasan kepada para guru agar informasi mengenai penghentian sementara tersebut dapat diteruskan kepada siswa.
“Sampai saat ini kami masih menunggu kepastian kapan SPS 2 kita akan diterbitkan. Terkait beberapa sekolah yang menanyakan kapan MBG kita dibagikan lagi, kami pihak SPPG mencoba memberi pemahaman sebaik mungkin agar para guru bisa bersabar dulu dan bisa menyampaikan hal ini kepada siswanya, sampai ada kepastian dari BGN terkait SPS 2 ini,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan













Komentar