JURNALSUKABUMI.COM – Di balik besarnya mesin Ship Unloader Crane yang setiap hari mengangkat batu bara untuk kebutuhan PLTU Pelabuhanratu, kehidupan bawah laut ternyata masih menyimpan pemandangan yang menarik.
Di sela lintasan kapal tongkang pengangkut batu bara, sejumlah terumbu karang masih ditemukan tumbuh secara alami. Kondisi tersebut terlihat saat monitoring program PT Indonesia Power UBP Jawa Barat II melalui Komunitas Penggiat Konservasi Nyelam Sukabumi (PENYU).
Pengawas Komunitas PENYU, Apra didampingi Wan Wan mengatakan kawasan tersebut memiliki beragam jenis terumbu karang yang masih hidup dan berkembang.
“Di sekitar lokasi yang ditutupi batu bintang, terdapat coral foliose, coral encrusting, coral branching, coral massive, dan coral millepora,” kata Apra, Kamis (8/10/2026).
Menurut mereka, coral massive ditemukan di beberapa titik dan masih tumbuh secara alami. Karakter karang yang memiliki struktur besar membuat jenis tersebut relatif mampu bertahan terhadap kondisi perairan.
“Coral massive ada di beberapa titik yang masih alami karena jenis ini tumbuh besar sehingga tidak terlalu terganggu oleh kondisi air. Di sekitarnya juga dikelilingi coral foliose,” ujarnya.
Sementara itu, coral branching dan coral millepora menjadi jenis yang paling mendominasi kawasan tersebut. Kedua jenis karang itu ditemukan tumbuh cukup melimpah pada kedalaman sekitar 30 sentimeter hingga 2 meter.
“Yang mendominasi di sepanjang lokasi tersebut coral branching serta coral millepora. Kedua jenis tersebut tumbuh sangat melimpah, berada pada kedalaman 30 sentimeter hingga 2 meter di bawah laut,” ungkapnya.
Kondisi bawah laut tersebut dinilai memiliki potensi lebih dari sekadar kawasan konservasi. Perairan yang relatif tenang membuat lokasi tersebut menarik untuk dijadikan ruang edukasi ekosistem laut sekaligus lokasi pengamatan bawah laut.
“Lokasi tersebut dapat dijadikan tempat edukasi. Ditambah kondisi arus yang cukup tenang, cocok untuk snorkeling maupun scuba,” tambahnya.
Keberadaan terumbu karang alami di tengah kawasan aktivitas PLTU menjadi gambaran bahwa di balik lalu-lalang kapal tongkang dan aktivitas industri, ekosistem laut tetap memiliki ruang untuk tumbuh.
“Potensi tersebut sekaligus menjadi alasan pentingnya pemantauan dan upaya menjaga keberadaan terumbu karang agar tetap menjadi bagian dari ekosistem pesisir Palabuhanratu,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan













Komentar