JURNALSUKABUMI.COM – Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad menggagalkan dugaan penyelundupan rokok ilegal di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Sebanyak 160 slop rokok tanpa pita cukai diamankan personel Pos Nanga Bayan SSK III Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala bersama Satgaster Koramil 05/Ketungau Hulu saat melaksanakan sweeping gabungan di Dusun Sepadit, Desa Sekae, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Rabu (7/10/2026).
Penindakan bermula ketika tim gabungan menghentikan satu unit sepeda motor Honda Revo bernomor polisi 5177 SR yang dikendarai seorang pria berinisial M. Kendaraan tersebut melintas dari arah Binjai menuju Suwak Mudang.
Saat dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan barang bawaan, petugas yang dipimpin Serda Mochamad Naufal Adam Hidayat menemukan ratusan slop rokok yang tidak dilengkapi pita cukai resmi.
Dari hasil pemeriksaan, barang bukti yang diamankan terdiri dari 68 slop rokok Era, 80 slop rokok Neslite, dan 12 slop rokok Kalbaco, dengan total keseluruhan mencapai 160 slop.
Danpos Nanga Bayan, Letda Arm Fauzan Arif Pratama, S.Tr.(Han), kemudian memberikan pemahaman hukum terkait larangan peredaran barang kena cukai tanpa izin resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai.
Selanjutnya, pengendara beserta seluruh barang bukti diamankan untuk menjalani proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., mengapresiasi keberhasilan personelnya dalam menggagalkan peredaran rokok ilegal tersebut.
Menurutnya, sinergi antara Satgas Pamtas dan Satgaster menjadi langkah penting dalam memperketat pengawasan di wilayah perbatasan.
“Pengawasan dan patroli akan terus ditingkatkan untuk mencegah masuk dan beredarnya barang ilegal sekaligus menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya tersebut juga merupakan bagian dari komitmen Satgas dalam mencegah potensi kerugian negara akibat peredaran barang kena cukai ilegal serta memastikan wilayah perbatasan tetap aman dan kondusif.
Redaktur: Ujang Herlan













Komentar