JURNALSUKABUMI.COM – September menjadi bulan penuh kebanggaan bagi keluarga besar SMPN 1 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Hampir setiap upacara penaikan bendera pada Senin pagi diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada siswa dan guru yang berhasil menorehkan prestasi di berbagai bidang, mulai dari seni, sains, olahraga, hingga keterampilan dan pengabdian.
Deretan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa SMPN 1 Sukaraja terus memberikan ruang bagi siswa dan guru untuk mengembangkan potensi, bakat, serta minat sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Memasuki pekan pertama, Senin (7/9/2026), dua siswi SMPN 1 Sukaraja membuka catatan prestasi dengan meraih juara dalam kompetisi seni tari Jaipong.
Jahra Aulia Putri, siswi kelas 7A, berhasil meraih Juara 1 Jaipong Tunggal. Sementara itu, Anissa Galih Pratiwi dari kelas 8A menyabet Juara 1 Rampak Jaipong sekaligus meraih gelar juara umum Piala Wakil Ketua Bamsi II DPRD tingkat Provinsi Jawa Barat.
Prestasi tersebut diraih dalam ajang yang digelar di Gedung Juang Sukabumi Terbuka pada 30 Agustus.
Memasuki pekan kedua, Senin (14/9/2026), giliran bidang sains yang mengharumkan nama sekolah. Dua siswi SMPN 1 Sukaraja berhasil meraih medali dalam Kompetisi Sains Indonesia Merdeka 2026 tingkat nasional.
Farisya Lidya Yoseva, siswi kelas 9G, sukses meraih medali emas. Sementara Sri Mutia Putri Nabila dari kelas 9E membawa pulang medali perak.
Tak hanya siswa, dua guru SMPN 1 Sukaraja, Rahayu Utami, S.Pd., dan Adila Irawan, M.Pd., juga menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Indonesian Science Technology Engineering and Mathematics Creativity Competition (ISTEMCC) 2026 tingkat nasional.
Berkat pencapaian tersebut, keduanya bersama tim memperoleh kesempatan menjadi finalis untuk mengikuti International Mathematics and Science Creativity Competition (IMSCC) di Korea National University of Education (KNUE) pada 30–31 Oktober 2026.
Prestasi di bidang lain juga turut mewarnai perjalanan sekolah pada September ini. Hana Zulpana berhasil meraih Juara 2 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dalam ajang ALGORITMA 4.0 yang diselenggarakan OSIS SMA PU Al Bayan Putri Goalpara.
Sementara itu, dalam Kejuaraan LKBB Gempita 2 yang digelar pada 12 September, tim SMPN 1 Sukaraja berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan, yakni Juara Harapan 3 Madya, Juara Harapan 3 Utama, The Best Favorit, Juara Danton 2, Juara Favorit 3, dan Juara Harapan Bina 1.
Memasuki pekan ketiga, prestasi kembali bertambah. Tim futsal putri SMPN 1 Sukaraja berhasil meraih Juara 1 tingkat Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Pada kesempatan yang sama, enam guru SMPN 1 Sukaraja juga menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.
Keenam guru tersebut adalah Euis Kania Aprianti, S.Pd., Wati Kustinawati, S.Pd., Yurlinawita, S.Pd., Eka Januar Muharam, S.E., M.M., Susilawati, S.Pd., dan Yani Mulyani, S.Pd.
Memasuki penghujung September, prestasi sekolah kembali bertambah melalui Palang Merah Remaja (PMR) yang berlaga dalam Kejuaraan Lomba PMR di SMKN 1 Kota Sukabumi.
Dalam kompetisi tersebut, tim PMR SMPN 1 Sukaraja berhasil meraih Juara 2 Pertolongan Pertama Putra, Juara 2 Tandu Darurat Putri, Juara 3 Tandu Darurat Putra, Juara Harapan 2 Tandu Darurat Putra, serta Juara Harapan 3 Perawatan Keluarga (RSPS).
Prestasi lainnya datang dari cabang olahraga karate. Aura Sandra Ramadhan sukses meraih Juara 1 Karate Perorangan Putri pada ajang Cianjur Karate Open Championship 2026 tingkat SMP/MTs.
Kepala SMPN 1 Sukaraja, Siti Saadah, S.Pd., M.M.Pd., mengaku bangga atas deretan prestasi yang diraih siswa maupun guru setiap pekannya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari lingkungan sekolah yang memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk berkembang sesuai potensi, bakat, dan minat masing-masing.
“Dengan menghargai perbedaan potensi, bakat, dan minat yang unik dari setiap siswa dan guru, kita bisa berkembang bersama dan memunculkan prestasi terbaik sesuai kompetensi masing-masing,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (25/9/2026).
Ia menegaskan, lingkungan sekolah yang inklusif dan suportif menjadi salah satu kunci dalam mendorong lahirnya generasi berprestasi.
“Ini membuktikan bahwa ekosistem sekolah yang inklusif dan suportif mampu menjadi wadah yang tepat bagi setiap individu untuk terus bertumbuh, mengukir karya, dan membawa nama baik sekolah di berbagai ajang kompetisi,” tandasnya.
Deretan pencapaian tersebut menjadikan September sebagai bulan penuh kebanggaan bagi SMPN 1 Sukaraja. Bukan hanya tentang banyaknya penghargaan yang diraih, tetapi juga tentang semangat kebersamaan dalam membangun budaya berprestasi di lingkungan sekolah.
Redaktur: Ujang Herlan











