JURNALSUKABUMI.COM – Stand Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi tak sekadar menjadi tempat pelayanan selama Sukabumi Expo 2026.
Hingga hari terakhir, Stand yang berada di Lapang Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu tersebut terus dipadati pengunjung yang ingin mendapatkan layanan sekaligus menikmati berbagai aktivitas interaktif.
Salah satu layanan yang paling banyak dimanfaatkan adalah pengaktivasian Tanda Tangan Elektronik (TTE) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sukabumi.
Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Ujang Zulkifli atau yang akrab disapa Zoel, mengatakan layanan TTE tetap berjalan hingga pelaksanaan expo berakhir.
“Antusiasme masyarakat terhadap stand Diskominfosan sangat baik. Sampai hari terakhir pelayanan tetap berjalan dengan baik, khususnya untuk pengaktivasian TTE bagi ASN Kabupaten Sukabumi,” ujar Zoel, Minggu (13/9/2026).
Layanan tersebut diperuntukkan bagi ASN, baik PNS, PPPK penuh waktu maupun PPPK paruh waktu. Kehadiran layanan secara langsung di lokasi expo membuat ASN yang datang dapat sekaligus menyelesaikan kebutuhan administrasi digitalnya.
Namun, Diskominfosan tidak hanya membawa urusan pelayanan pemerintahan ke tengah masyarakat. Stand tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi dan publikasi melalui Radio Citra Lestari (RCL) 95,7 FM.
Pengunjung dapat menikmati fasilitas radio dan televisi, termasuk mengikuti kegiatan karaoke. Selain itu, tersedia pula fasilitas podcast dan siaran radio secara langsung atau on air.
Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk memberikan ruang bagi organisasi perangkat daerah (OPD), RSUD, BUMD hingga pelaku UMKM untuk memperkenalkan program maupun produk mereka kepada masyarakat.
“Melalui podcast dan siaran Radio Citra Lestari, OPD, RSUD, BUMD maupun pelaku UMKM bisa mempublikasikan program prioritas sekaligus memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat secara lebih luas,” katanya.
Tidak mengherankan jika stand Diskominfosan menjadi salah satu titik yang menarik perhatian berbagai kalangan. Pengunjung yang datang bukan hanya masyarakat umum, tetapi juga siswa-siswi dari tingkat sekolah dasar hingga perangkat daerah.
Aktivitas radio, televisi dan podcast menjadi daya tarik tersendiri. Suasana stand juga dibuat lebih interaktif dengan berbagai merchandise yang diberikan kepada pengunjung sebagai bentuk apresiasi.
Bahkan, Diskominfosan turut menghadirkan hiburan bagi pengunjung dengan menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta.
Perpaduan antara layanan publik, informasi, komunikasi dan hiburan tersebut membuat keberadaan Diskominfosan di Sukabumi Expo 2026 tidak hanya berfungsi sebagai etalase perangkat daerah.
Stand tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, pelajar dan berbagai kalangan untuk mendapatkan informasi serta berinteraksi secara langsung.
Zoel menilai tingginya antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa layanan komunikasi dan informasi pemerintah dapat dikemas dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Dengan memadukan layanan digital seperti TTE dan kanal komunikasi publik seperti radio serta podcast, Diskominfosan berupaya menjadikan Sukabumi Expo 2026 sebagai momentum untuk memperkenalkan berbagai fungsi pelayanan dan komunikasi yang selama ini dijalankan kepada masyarakat,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











