JURNALSUKABUMI.COM – Mengejar pertumbuhan kredit tanpa menjaga kualitas pembiayaan bisa menjadi bumerang bagi lembaga keuangan. Karena itu, PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Sukabumi (Perseroda) Cabang Cibadak memilih menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengendalian kredit bermasalah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Cibadak PT BPR Sukabumi (Perseroda), Jujun Junaedi, mengatakan sektor kredit menjadi salah satu fokus utama yang tengah diperkuat. Namun, ekspansi tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya menekan Non Performing Loan (NPL).
“Yang saya fokuskan sebenarnya kredit, khususnya untuk ekspansi dan penurunan NPL. Tapi tidak lupa juga ke bagian dana seperti tabungan dan deposito, karena semua pos tersebut harus mencapai target,” ujar Jujun, Rabu (9/9/2026).
Bagi BPR, kualitas kredit menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan bisnis. Kredit yang tersalurkan dengan baik akan memberikan kontribusi terhadap pendapatan melalui bunga. Sebaliknya, kredit bermasalah justru dapat menekan kinerja perusahaan.
“Kalau kredit lancar, kredit baik, otomatis pendapatan dari bunga juga bagus dan mendukung pendapatan. Kalau kredit macet, itu bisa menghambat,” katanya.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya mudah bagi pelaku usaha, BPR Sukabumi Cabang Cibadak melihat masih terdapat ruang untuk pembiayaan. Namun, penyalurannya harus lebih selektif, terutama untuk kebutuhan modal kerja.
“Kalau untuk modal kerja sekarang memang agak susah karena kondisi perekonomian. Tapi masih ada sektor yang bisa dikembangkan,” ucapnya.
Artinya, ekspansi kredit tidak dilakukan dengan membuka pembiayaan secara serampangan. Prospek usaha dan kemampuan pengelolaan menjadi pertimbangan agar pembiayaan yang diberikan benar-benar mampu berjalan dan dikembalikan sesuai kewajiban.
Selain pembiayaan usaha, kebutuhan kredit konsumtif masyarakat juga masih menjadi bagian dari layanan yang diberikan BPR.
Di sisi penghimpunan dana, BPR Sukabumi Cabang Cibadak juga tetap mengejar pertumbuhan tabungan dan deposito. Menurut Jujun, seluruh lini tersebut harus bergerak beriringan untuk menjaga kinerja cabang.
Tanggung jawab itu menjadi tantangan tersendiri bagi Jujun yang kini dipercaya sebagai Plt Kepala Cabang Cibadak. Ia harus memastikan seluruh bagian bekerja sesuai target yang telah ditetapkan perusahaan.
“Semakin tinggi jabatan, tanggung jawab juga semakin besar. Karena sekarang membawahi semua bagian, sehingga harus bisa mempertanggungjawabkan target-target dari kantor pusat,” ujarnya.
Di luar target bisnis, BPR Sukabumi juga mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan resmi. Jujun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih sumber pembiayaan, terutama di tengah maraknya pinjaman informal.
“Mudah-mudahan masyarakat lebih memprioritaskan lembaga keuangan resmi, khususnya BPR, baik untuk tabungan maupun kredit yang bisa diprospek,” katanya.
Menurutnya, keberadaan BPR diharapkan dapat menjadi alternatif pembiayaan yang lebih aman sekaligus membantu masyarakat mengelola keuangan secara lebih sehat.
“Intinya menghindari bank emok atau pinjaman keliling yang banyak menimbulkan permasalahan di masyarakat. Keberadaan BPR juga salah satunya untuk memberikan solusi layanan keuangan yang lebih baik,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











