Terbaru! Dugaan Keracunan MBG di Sukabumi, Tiga Santri Masih Dirawat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi ratusan santri Pondok Pesantren Baiti Jannati, Kota Sukabumi, yang sebelumnya mengalami dugaan keracunan setelah menyantap makanan dalam rangkaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini berangsur membaik.

Dari total 134 santri yang sempat mendapatkan penanganan medis, sebagian besar telah dinyatakan sehat dan diperbolehkan kembali ke lingkungan pesantren. Saat ini, hanya tiga santri yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bunut.

Pimpinan Pondok Pesantren Baiti Jannati, Faid Fauzan, mengatakan kondisi ketiga santri tersebut terus membaik dan diperkirakan segera diperbolehkan pulang.

“Alhamdulillah, sebagian besar santri sudah pulang dan kembali berkegiatan di pondok, bahkan ikut perlombaan Agustusan. Informasi yang kami terima, hanya tiga orang yang masih dirawat di Rumah Sakit Bunut dan kondisinya membaik. Katanya hari ini dipulangkan,” ujar Faid saat dihubungi Jurnalsukabumi.com, Minggu (16/8/2026).

Meski dugaan keracunan tersebut terjadi setelah para santri mengonsumsi makanan, pihak pesantren belum dapat memastikan bahwa sumbernya berasal dari menu MBG.

Faid mengatakan, berdasarkan waktu munculnya gejala, kemungkinan penyebabnya juga dapat berasal dari makanan yang dikonsumsi para santri pada malam sebelumnya.

“Saya dari awal juga tidak menduga keracunan dari menu MBG, lantaran para santri mengalami gejala pada pagi dini hari. Bisa jadi dari makanan yang disantap pada malam hari, yang bukan menu MBG. Meski demikian, kedua sampel makanan sudah diserahkan ke Dinas Kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut,” katanya.

Hingga kini, penyelidikan terkait penyebab pasti dugaan keracunan masih berlangsung. Sampel makanan dan hasil pemeriksaan kesehatan para santri masih diteliti untuk memastikan sumber kejadian tersebut.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kejadian sekaligus menjadi dasar untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi.

Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug

Berita Terbaru