Keracunan MBG di Simpenan, Dewan Hamzah Murka: Audit Total dan Bongkar Legalitasnya!

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kasus dugaan keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi bukan sekadar insiden biasa.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Hamzah Gurnita secara terbuka menyatakan kemarahannya dan menuntut audit total serta pembongkaran legalitas penyedia MBG yang dinilai lalai dan membahayakan keselamatan publik.

Hamzah menegaskan, program MBG adalah kebijakan strategis Presiden yang bertujuan meningkatkan kualitas generasi bangsa. Namun, ketika pelaksana di lapangan justru menyajikan makanan diduga tidak layak konsumsi hingga menyebabkan pelajar dan guru keracunan, maka hal tersebut merupakan kejahatan terhadap keselamatan rakyat.

“Jangan berlindung di balik nama besar program Presiden. Ini menyangkut nyawa anak-anak. Kalau ada yang bermain, bongkar! Periksa legalitasnya dan audit sampai ke akar,” tegas Hamzah dengan nada tinggi.

Hingga saat ini, tercatat empat pasien menjalani perawatan, terdiri dari dua pelajar dan dua guru. Seluruhnya menunjukkan gejala yang serupa.. Selama penangan kabarnya pihak SPPG bakal mengganti biaya pengobatan korban, Namun Hamzah menilai langkah tersebut tidak cukup.

“Ini bukan soal ganti rugi atau klarifikasi. Ini soal sistem. Kalau yayasan atau dapur tidak layak, hentikan. Jangan korbankan anak-anak demi keuntungan,” katanya.

Hamzah juga mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan instansi terkait untuk bertindak cepat dan tegas, termasuk menghentikan sementara operasional penyedia MBG yang bermasalah hingga hasil audit selesai.

“Kalau tidak ada tindakan tegas, ini bisa terulang. DPRD tidak akan diam. Program negara tidak boleh jadi ladang uji coba yang membahayakan rakyat,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Loji, Anwar Sapei, menyatakan pihaknya telah menyerahkan golden sample kepada pihak Puskesmas untuk dilakukan uji laboratorium, serta menyanggupi biaya pemeriksaan dan perawatan korban sebagai bentuk tanggung jawab.

“Itu menjadi kelalaian kami, kami akui kelalaian yang tidak disengaja, dan insyaallah akan kami perbaiki kualitas layanan MBG di dapur kami. Untuk biayanya insyaallah ditanggung oleh dapur sebagai tanggung jawab dari kami,” tambah Anwar.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Mangkir dari Panggilan DPRD, 11 Perusahaan Tower Dinilai Lecehkan Pemkab Sukabumi
Muhasabah Aparatur DPRD Sukabumi, Sekwan Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Kerja
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Perda Larangan Miras Tetap Berlaku, Wacana Revisi Ditolak
Dewan Bayu Turun ke Akar Tradisi, Dorong Patanjala Jadi Instrumen Kebijakan Lingkungan
Peringati May Day, M. Reza Taojiri Ajak Buruh dan Pengusaha Perkuat Sinergi
DPRD Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Bupati Sukabumi Tekankan Perbaikan Kinerja Pemerintahan
DPRD Minta Pemerataan Infrastruktur di Kota Sukabumi pada RKPD 2027

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:26 WIB

Mangkir dari Panggilan DPRD, 11 Perusahaan Tower Dinilai Lecehkan Pemkab Sukabumi

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:15 WIB

Muhasabah Aparatur DPRD Sukabumi, Sekwan Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Kerja

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:03 WIB

Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Perda Larangan Miras Tetap Berlaku, Wacana Revisi Ditolak

Senin, 4 Mei 2026 - 12:10 WIB

Dewan Bayu Turun ke Akar Tradisi, Dorong Patanjala Jadi Instrumen Kebijakan Lingkungan

Berita Terbaru

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:33 WIB

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:33 WIB