PMI Sukabumi dan Atma Connect Luncurkan RCC fase-2 Melalui Kegiatan SIBAT, Apa Itu? 

Senin, 26 Januari 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana dan daerah minim akses jaringan melalui kegiatan Orientasi Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Resilience through Community and Connectivity (RCC) Fase-2 yang diselenggarakan di Vila Yustik, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Sabtu (24/1/2026) hingga Minggu (25/1/2026).

Program ini merupakan hasil kolaborasi PMI Kabupaten Sukabumi bersama Atma Connect dan Internet Society Foundation, dengan fokus membangun ketangguhan masyarakat berbasis komunitas sekaligus memperkuat konektivitas komunikasi dalam respon kebencanaan.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, mengungkapkan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi sehingga diperlukan kesiapsiagaan sejak tingkat paling dasar, yaitu masyarakat. PMI memandang penting membangun kesiapsiagaan sejak tingkat masyarakat.

“Melalui orientasi SIBAT, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya menjadi korban, tetapi juga berperan aktif dalam upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana,” ungkap dr. Hondo Suwito dalam siaran pers diterima jurnalsukabumi.com Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa perekrutan relawan SIBAT pada program ini difokuskan pada wilayah-wilayah rawan bencana sekaligus daerah dengan keterbatasan konektivitas

Dalam program saat ini ada 5 desa, yaitu Desa Tegallega Kecamatan Cidolog, Desa Bojongtugu Kecamatan Curugkembar, Desa Citamiang, Desa Margaluyu, serta Desa Cimerang Kecamatan Purabaya.

“Keberadaan SIBAT di wilayah lima desa ini diharapkan mampu mempercepat respon awal kebencanaan dan meminimalkan dampak bencana sebelum bantuan dari luar wilayah tiba,” jelas Hondo.

Direktur Lapangan Atma Connect, Alfan Kasdar, menyampaikan bahwa program RCC saat ini merupakan fase kedua setelah sebelumnya berhasil dilaksanakan di dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

“Program ini sebelumnya sukses dilaksanakan di Kecamatan Nyalindung dan Gegerbitung. Dari pelaksanaan tersebut, terlihat adanya peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujar Alfan.

Alfan menekankan bahwa konektivitas komunikasi merupakan kebutuhan dasar yang memiliki tingkat kepentingan setara dengan layanan kemanusiaan lainnya dalam kondisi tanggap darurat.

Dalam kondisi respon bencana, konektivitas komunikasi sama pentingnya dengan pelayanan kebutuhan masyarakat seperti evakuasi, logistik, pelayanan kesehatan dan sosial, serta pemenuhan kebutuhan air bersih.

“Tanpa komunikasi yang baik, seluruh layanan tersebut akan sulit berjalan secara efektif,” kata dia.

Ia menambahkan, pengalaman penanganan bencana di wilayah Sumatera menunjukkan bahwa terputusnya jaringan komunikasi dapat menghambat koordinasi dan memperlambat respon di lapangan.

“Karena itu, penguatan konektivitas berbasis masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan,” ucap Alfan.

Melalui program RCC Fase-2 ini, PMI Kabupaten Sukabumi bersama para mitra berharap terbentuknya relawan SIBAT yang tangguh, responsif, serta didukung oleh sistem komunikasi yang memadai, sehingga mampu mempercepat respon kemanusiaan dan meminimalkan dampak bencana di wilayah rawan.

Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tak Ingin Sungai Jadi Tempat Pembuangan, KNPI Palabuhanratu Dorong Sistem Pengelolaan Sampah
Lewat Tujuh Mobil Logistik, KTH Ciguha River Bogor Jangkau Penyintas Ciptamulya
Korwil SPPG Cibadak Tekankan Transparansi Keuangan dan Peningkatan Mutu Gizi
SKD Sukabumi Raya Bergerak untuk Ciptamulya, Bantuan Kemanusiaan Kembali Disalurkan
Suara Masa Depan Sukabumi Terkumpul, 5.570 Aspirasi Menanti Realisasi
UPT Dalduk Cibitung Diresmikan, Ini Pesan Bupati Asep Japar! 
Pemulihan Ciptamulya Dipercepat, Rehabilitasi Rumah Tinggal Menunggu Kesepakatan Adat
Dari Padjadjaran Anyar, KNPI Palabuhanratu Ari Awaludin Ajak Pemuda Rawat Tradisi Leluhur

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:44 WIB

Tak Ingin Sungai Jadi Tempat Pembuangan, KNPI Palabuhanratu Dorong Sistem Pengelolaan Sampah

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:26 WIB

Lewat Tujuh Mobil Logistik, KTH Ciguha River Bogor Jangkau Penyintas Ciptamulya

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:57 WIB

Korwil SPPG Cibadak Tekankan Transparansi Keuangan dan Peningkatan Mutu Gizi

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:11 WIB

SKD Sukabumi Raya Bergerak untuk Ciptamulya, Bantuan Kemanusiaan Kembali Disalurkan

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:37 WIB

Suara Masa Depan Sukabumi Terkumpul, 5.570 Aspirasi Menanti Realisasi

Berita Terbaru