30 Tahun Mangkrak, Petani Demo BPN Soroti Eks-HGU Jadi Sumber Konflik

Rabu, 24 September 2025 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM — Ratusan petani dan mahasiswa melancarkan aksi unjuk rasa di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukabumi, menuntut penertiban tegas terhadap lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik swasta dan BUMN yang telah habis masa berlakunya, Rabu (24/9/2025).

Para demonstran menyoroti kasus lahan yang sudah mangkrak hingga 30 tahun kini malah menjadi pemicu konflik agraria.

Koordinator Aksi, Rozak Daud, mengungkapkan bahwa banyak HGU di daerah ini yang sudah putus hubungan hukumnya, dengan beberapa HGU milik BUMN rata-rata berakhir sejak 2013.

Namun, bukannya ditertibkan, lahan-lahan yang telah menjadi sumber kehidupan petani secara turun-temurun ini malah diklaim oleh pihak pengusaha baru.

“Tuntutan kami adalah bagaimana BPN mau menertibkan itu. Lokasi-lokasi itu kini telah menjadi sumber kehidupan bagi petani, tetapi kami terancam terusir,” ujar Rozak Daud.

Rozak menjelaskan, konflik ini dipicu oleh praktik pembiaran dan dugaan perjualbelikan HGU yang statusnya sudah berakhir.

Ia mencontohkan kasus di Kecamatan Lengkong, dimana HGU perusahaan berakhir pada 2011, tetapi belakangan muncul pengusaha yang mengklaim telah melakukan pengalihan status.

“Logikanya tidak dapat diterima karena HGU-nya sudah berakhir, putus hubungan hukumnya, tetapi mengapa bisa diperjualbelikan? Itu yang jadi problem di lapangan,” tuturnya.

Ia menyebut lahan seluas 320 hektar di Lengkong dan 1.600 hektar di Jampang Tengah yang kini 100 persen dikuasai petani namun terancam.

Kekhawatiran utama petani adalah dampak sosial. Rozak memperingatkan bahwa masuknya investasi di atas lahan ini akan memperpanjang rantai kemiskinan.

Ia juga menyinggung adanya isu dugaan dukungan dari oknum dewan dan aparat terhadap pihak pengusaha.

*Respons BPN: Akan Dibawa ke Forum GTRA*

Menanggapi tuntutan petani, Kepala BPN Kabupaten Sukabumi, Wendi Ismawan, mengapresiasi aksi yang berlangsung kondusif. Wendi menyatakan akan membawa aspirasi dan masalah konflik lahan ini ke tingkat yang lebih tinggi.

“Aspirasi yang disampaikan nanti hal-hal akan kita diskusikan dengan Bupati selaku Ketua GTRA (Gugus Tugas Reforma Agraria),” jelas Wendi.

Meskipun Wendi baru menjabat sebulan, ia memastikan BPN akan menjaga integritas dan menindak tegas jika ada pegawainya yang terlibat.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Wajah Baru di Kejari Kabupaten Sukabumi, Tumpal Eben Ezer Dilantik Kajati Jabar
Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak
Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah
Sudutkan Presiden Prabowo, Eks Ketua BEM UGM Disemprot Relawan Manuk Dadali dan Relawan Sukabumi
Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Usung Tema Laut Lestari Nelayan Berseri, Bupati dan Ketua DPRD Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng
Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”
Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:47 WIB

Wajah Baru di Kejari Kabupaten Sukabumi, Tumpal Eben Ezer Dilantik Kajati Jabar

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:55 WIB

Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak

Senin, 15 Juni 2026 - 23:30 WIB

Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah

Senin, 15 Juni 2026 - 12:17 WIB

Sudutkan Presiden Prabowo, Eks Ketua BEM UGM Disemprot Relawan Manuk Dadali dan Relawan Sukabumi

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Berita Terbaru

Pendidikan

SPMB SMP Tahap I Telah Dibuka, Kadisdik Sukabumi Imbau Hal Ini!

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:16 WIB