Dampak Pembalakan Liar di Gunung Salak: Warga Resah, Lingkungan Terancam

Selasa, 9 September 2025 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Aktivitas pembalakan liar (ilegal logging) di Blok Cangkuang, kawasan Gunung Salak, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, diduga sudah berlangsung lebih dari dua tahun tanpa pengawasan ketat.

Padahal, area ini merupakan daerah resapan dan hulu air penting bagi wilayah Cidahu dan Parungkuda.

Akibatnya, warga mulai merasakan dampaknya, termasuk banjir yang sering terjadi. Banjir ini diduga kuat disebabkan oleh menurunnya kemampuan hutan dalam menyerap air.

Menurut Rozak Daud, perwakilan Tim Advokasi Warga Cidahu dari Fraksi Rakyat, kerusakan akibat pembalakan liar ini tidak hanya sebatas masalah air, tetapi juga kerusakan lingkungan dan ekosistem yang lebih luas.

“Ini berdampak pada berkurangnya kemampuan hutan menyerap air hujan, memperbesar risiko banjir bandang dan tanah longsor di kawasan lereng Gunung Salak,” ujar Rozak, Selasa (09/09/2025).

Ia menambahkan, bencana banjir bandang sempat melanda pada tahun 2022, diikuti beberapa banjir kecil. Peristiwa terakhir terjadi pada awal Agustus 2025.

“Harusnya ini jadi perhatian serius. Buktinya bencana sudah berulang kali terjadi,” kata Rozak.

Selain risiko banjir dan longsor, pembalakan liar juga merusak kualitas udara dan mengganggu keseimbangan ekologi.

Pohon-pohon besar yang berfungsi menyerap karbon hilang, sementara habitat satwa liar seperti burung, elang jawa, kancil, hingga macan tutul jawa terancam. “Ekosistem hutan terganggu,” sambung dia.

Dugaan Pembiaran dan Tuntutan Warga
Rozak Daud juga menyoroti dugaan pembiaran dari pihak pengelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Berdasarkan laporan warga, penebangan dilakukan secara terang-terangan.

“Harusnya fungsi pengawasan berjalan. Tapi ini sudah lama terjadi. Bahkan ada laporan warga yang melihat para pelaku membawa alat pemotong kayu ke atas dengan bebas,” ucapnya.

Warga Cidahu berencana menggelar aksi bersama Fraksi Rakyat ke kantor TNGHS dan pemerintah daerah untuk mendesak penghentian aktivitas ilegal ini.

Rozak juga menyinggung komitmen Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam penyelamatan lingkungan.

“Ini ujian untuk Gubernur Jabar yang selama ini konsisten dalam upaya penyelamatan lingkungan. Tentu masyarakat berharap aktivitas ini segera dihentikan,” tegasnya.

“Jelas-jelas ini sudah berdampak pada warga. Jika dibiarkan, maka kami yang akan bergerak sendiri melawan illegal logging,” sambung dia.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat Nasional
Wajah Baru di Kejari Kabupaten Sukabumi, Tumpal Eben Ezer Dilantik Kajati Jabar
Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak
Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah
Sudutkan Presiden Prabowo, Eks Ketua BEM UGM Disemprot Relawan Manuk Dadali dan Relawan Sukabumi
Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Usung Tema Laut Lestari Nelayan Berseri, Bupati dan Ketua DPRD Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng
Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:33 WIB

SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:47 WIB

Wajah Baru di Kejari Kabupaten Sukabumi, Tumpal Eben Ezer Dilantik Kajati Jabar

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:55 WIB

Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak

Senin, 15 Juni 2026 - 23:30 WIB

Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah

Senin, 15 Juni 2026 - 12:17 WIB

Sudutkan Presiden Prabowo, Eks Ketua BEM UGM Disemprot Relawan Manuk Dadali dan Relawan Sukabumi

Berita Terbaru

Pendidikan

SPMB SMP Tahap I Telah Dibuka, Kadisdik Sukabumi Imbau Hal Ini!

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:16 WIB