Seleksi Pengelola Eks Terminal Sudirman Dinilai Serampangan

Rabu, 9 April 2025 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Proses seleksi pengelola eks Terminal Sudirman Sukabumi dinilai serampangan. Pasalnya, penunjukan pemenang seleksi pemanfaatan untuk pusat jajanan kuliner ini terkesan asal-asalan.

Informasinya, seleksi perusahaan pengelola yang dimulai awal Maret lalu dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi. Sistematisnya hampir sama dengan lelang pemanfaatan aset milik pemerintah daerah. Di situ calon pengelola diminta untuk memenuhi kualifikasi dokumen persyaratan seperti Kerangka Acuan Kerja (KAK), proposal dan legalitas perusahaan.

Ada dua bendera yang saat itu mendaftar. Yakni PT Putra Siliwangi Sejahtera (PASS) selaku pengelola eks terminal lama dan PT Sagara Inovasi Sukabumi (pengelola baru/pemenang). Dalam rentang tak lebih satu hari dari pra kualifikasi, kelengkapan dokumen tersebut harus dikumpulkan untuk selanjutnya disaring panitia seleksi.

Panitia itu terdiri dari lima orang dengan pembagian tiga orang unsur Disporapar Kota Sukabumi, dan satu orang masing-masing perwakilan Bagian Hukum dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Pemkot Sukabumi.

Yang jadi persoalan, penentuan skoring calon pemenang sama sekali tidak dilakukan secara terbuka. Padahal dari bocoran di lingkungan pemkot dan dinas saat penentuan skor nilai, PT PASS mengungguli PT Sagara dengan bobot nilai panitia 3,5 lawan 1,5 poin.

Pansel yang waktu diketuai Sekdis porapar Kota Sukabumi Ganjar Ramdani Saputra mendadak menggugurkan proses seleksi. Dengan alasan PT PASS tidak menyertakan harga penawaran tertinggi kepada kas pemerintah daerah dan PT Sagara tidak mencantumkan surat di atas materai terkait pernyataan-pernyataan yang menjadi bagian komitmen pengelola baru di area kuliner.

Uniknya, dalam proses kualifikasi, pansel lah yang justru hanya meminta harga penawaran sewa lapak terendah untuk para pedagang dan tidak menyebut harus mencantumkan harga penawaran sewa tertinggi untuk kas daerah selama satu tahun berjalan.

“Ini yang jadi masalah. Pansel terkesan memainkan metode persyaratan penentuan calon pemenang dengan asal-asalan dan tidak komit pada kesepakatan awal,” kata salah seorang sumber yang meminta namanya tak disebutkan.

Seminggu berselang dari kejadian itu, 11 Maret 2025 pansel kembali membuka seleksi lanjutan. Di momen itu, ada penambahan perusahaan calon pengelola eks terminal menjadi lima perusahaan. Dalam proses pra kualifikasi, pansel dan lima perusahaan bersepakat untuk mencari pemenang dengan cara skoring penawaran sewa terendah untuk pedagang dan sewa tertinggi untuk kas daerah yang akan menjadi PAD.

Proses pelengkapan dokumen pun dilakukan bak sangkuriang. Selang sehari dari Selasa ke Rabu, semua perusahaan harus melengkapi berkas-berkas persyaratan. Uniknya, ada beberapa klasifikasi persyaratan seleksi yang diubah.

Mulai dari kuota sewa untuk jumlah pedagang yang berjualan dari semula 150 pedagang menjadi 165 pedagang serta perubahan item surat rekomendasi dari perangkat wilayah seperti RT RW sampai kecamatan. “Ada persyaratan yang terkesan dilonggarkan agar penentuan pemenang bisa dilakukan mulus dan tanpa ribet urus-urus rekom ke sana kemari,” tegas sumber tersebut.

Sampai pada klimaknya, dua hari berselang, pansel mengumumkan pemenang dari PT Sagara tanpa membuka semua dokumen penawaran secara terbuka kepada para peserta seleksi. Padahal awalnya semua sudah bersepakat, penentunan pemenang akan dilakukan secara bersama dan tanpa ditutup-tutupi. Jumat 14 Maret 2025, PT Sagara dinyatakan lolos dengan penawaran terbaik versi pansel.

Perusahaan yang bermarkas di wilayah Baros itu menang dengan harga penawaran sewa terendah sebesar Rp720 ribu per bulan untuk satu tenan pedagang. Penawaran kas daerah sebesar Rp1.002.000.000,- / tahun. Masalah di sini muncul manakala pada proses pembayaran yang dilakukan ternyata dicicil selama per bulan dengan hitungan angka penawaran kas daerah dibagi 12 bulan atau 12 kali pembayaran.

“Setahu saya semua perusahaan peserta seleksi kecewa. Pansel dalam proses seleksi dengan tegas menyatakan skema penentuan perusahaan pemenang adalah harus membayar sewa eks terminal untuk satu tahun berjalan dan bukan dicicil sebulan sekali. Ini seperti meloloskan perusahaan yang menang tapi tidak siap secara finansial,” bebernya.

Usut punya usut, PT Sagara diisukan santer direkomendasi oleh kepala daerah baru di Kota Sukabumi. Bocoran dari internal dinas, sebelum seleksi berjalan, ada beberapa orang yang mengaku titipan walikota bolak-balik dinas untuk mendesak percepatan seleksi pengelolaan eks terminal. “Kami sebenernya risih. Hampir tiap hari selalu membawa-bawa nama pak wali untuk urusan terminal,” kata seorang staf di Disporapar Kota Sukabumi yang mewanti namanya tidak dipublikasikan seraya menegaskan, sosok orang itu berinisial R.

Dugaan persengkokolan oknum pejabat disporapar semakin menguat. Terbitnya surat edaran kepada seluruh pedagang di terminal lama menimbulkan kecurigaan besar. Bagaimana tidak, surat tertanggal 15 Maret 2025 terkait serah terima aset eks terminal untuk internal PT Sagara bocor ke hampir semua pedagang. Surat bernomor KU.03.02.08.05/245/Disporapar/2024 itu menyebut secara jelas bahwa dinas dengan perusahaan pemenang sudah melakukan Mou sebulan sebelumnya yakni 15 Februari 2025 dengan nomor surat KU.03.0208.05/233/DISPORAPAR/2025.
“Padahal seleksinya saja baru dibuka awal Maret kemarin. Kalau memang surat itu salah ketik, kenapa dicap dan ditandatangani oleh Pak Tejo selaku kepala dinas dan malah beredar ke semua pedagang,” sambung sumber tersebut kepada awak media di salah satu rumah makan ternama.

Dihubungi secara terpisah, Direktur PT PASS Vega Sukma Yudha tak menampik adanya beberapa kejanggalan dalam proses seleksi tersebut. Ia bahkan sempat mendatangi DPRD Kota Sukabumi untuk melakukan audiensi. Waktu itu ia bersama dua perusahaan lainnya yakni PT Bitake dan PT SAE.
Hanya saja, dari hearing bersama sejumlah pihak terkait, perusahaan yang dinyatakan kalah tak memperoleh jawaban pasti. Sebab, DPRD masih menunggu pertimbangan Walikota Sukabumi Ayep Zaki soal kejanggalan seleksi tersebut.

“Intinya kami tidak mempersoalkan siapapun yang dinyatakan menang (seleksi). Asal semua dilakukan secara terbuka dan fair,” katanya.

Dari kacamatanya, ia menilai ada plus minus dari penetapan pemenang yang dilakukan oleh pansel dan dinas. Plus nya, pembayaran kas daerah dengan metode dicicil sebulan sekali jelas tidak akan memberatkan siapapun apabila pengelola baru dinyatakan didiskualifikasi oleh dinas selaku pemilik aset eks terminal.

Sebab, jika pembayaran kas dilakukan satu tahun berjalan ke depan, proses adendum untuk menggugurkan perusahaan pengelola yang lalai, akan panjang dan sulit dilakukan secara maksimal. Negatifnya terang dia, komitmen pemerintah untuk menggali sumber PAD jelas tak bisa dilakukan secara optimal. Rata-rata, perusahaan peserta seleksi sudah menyiapkan anggaran sewa setahun untuk membantu mendongkrak PAD dari eks terminal.
“Yang terjadi, dinas minta disetor per bulan. Ini sama saja berlawanan dengan konsep walikota baru untuk menambah kas daerah untuk PAD. Kalau memang waktu itu kita bersepakat siapapun pemenang nya wajib membayar sewa eks terminal untuk satu tahun ke depan secara cash, kenapa ini jadi dicicil tiap bulan,” tegasnya.

Ia sendiri tak mau ambil pusing dengan persoalan seleksi yang terkesan asal-asalan. Menurutnya, pemerintah daerah bersama legislatif tinggal sama-sama melakukan evaluasi terkait eks terminal. Sebab bagaimanapun kata dia, terminal sudirman lama sudah menjadi ikon baru wisata kuliner di Kota Sukabumi.

Perputaran uang di sana cukup tinggi karena transaksi ekonomi terjadi setiap hari dan berasal dari semua lapisan masyarakat. “Kalau menang ada yang janggal, APH saja tinggal turun. Sudah banyak bukti (pelanggaran) nya.Sudah gamblang kok,” paparnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dua Kendaraan Terlibat Tabrakan hingga Ringsek di Parungkuda, Pengendara Alami Luka Berat
Dari Balik Semak, Warga Cisolok Temukan Jenazah Perempuan di Bawah Pohon Pisang
Hati-hati Pesan WhatsApp Palsu! Nama Pegawai DPRD Sukabumi Dipakai Penipu
Kabel Semrawut di Jalan Utama Cibadak, Warga Khawatir Keselamatan Terancam
Tragis! Dua Pelajar SMP Meninggal dalam Kecelakaan di Jalan Palabuhan II Cikembar 
Tragis! Lansia 75 Tahun Meninggal Setelah Terjatuh ke Sumur di Sukaraja
Menu MBG Nagrak Viral karena Hanya 3 Telur Puyuh, Ternyata Begini Penjelasan KSPPG
Motor Baru Seminggu Ikut Terbakar, Dua Rumah di Palabuhanratu Dilalap Api

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:23 WIB

Dua Kendaraan Terlibat Tabrakan hingga Ringsek di Parungkuda, Pengendara Alami Luka Berat

Rabu, 16 September 2026 - 14:03 WIB

Dari Balik Semak, Warga Cisolok Temukan Jenazah Perempuan di Bawah Pohon Pisang

Selasa, 15 September 2026 - 13:33 WIB

Hati-hati Pesan WhatsApp Palsu! Nama Pegawai DPRD Sukabumi Dipakai Penipu

Senin, 14 September 2026 - 15:31 WIB

Kabel Semrawut di Jalan Utama Cibadak, Warga Khawatir Keselamatan Terancam

Minggu, 13 September 2026 - 21:05 WIB

Tragis! Dua Pelajar SMP Meninggal dalam Kecelakaan di Jalan Palabuhan II Cikembar 

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam