Pria yang Tergantung Tak Bernyawa di Sukaraja Sempat Kirim Pesan Pamit kepada Keluarga

Selasa, 14 Januari 2025 - 18:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Peristiwa gantung diri terjadi di Kampung Cibereum Pasir RT 02 RW 04 Desa Sukamekar Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/01/2025).

Seorang pria dengan kondisi tidak bernyawa ditemukan tergantung dengan seutas tali rafia di pohon dekat rumahnya sekira pukul 07.00 WIB. Informasi dihimpun, jasad pria itu berinisial MI (31) ditemukan tak jauh dari tempat tinggalnya.

“Korban gantung diri di pohon dengan menggunakan tali rafia warna merah dengan ketinggian kurang lebih 2 meter,” Kasubsi Pengelola Informasi dan Dokumentasi Multimedia (PIDM) Humas Polres Sukabumi Kota IPDA Ade Ruli Bahtiarudin.

Ade mengatakan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat terjadi perdebatan dengan keluarganya pada malam sebelumnya. Dia pun pamit sekitar pukul 22.00 WIB.

“Sekira jam 22.00 WIB korban pergi meninggalkan rumah dan berpamitan kepada istri korban. Kemudian korban mengirimkan pesan whatsapp kepada istrinya yang mengisyaratkan bahwa korban akan pergi,” jelasnya.

Korban yang tak kunjung pulang, akhirnya dicari oleh keluarga dan warga sekitar. Tak disangka, korban ditemukan pada pagi harinya dengan kondisi mengenaskan.

“Adapun setelah menerima pesan WhatsApp tersebut istri korban meminta keluarga dan warga setempat untuk mencari keberadaan korban. Menurut keterangan istri korban bahwa memang ada permasalahan keluarga sebelum korban melakukan bunuh diri,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pencarian ditemukan korban dalam kondisi tergantung di pohon yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari rumah korban. Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh pihak kepolisian dan diserahkan ke pihak keluarga.

“Adapun dengan adanya kejadian tersebut pihak keluarga menolak dilakukan autopsi yang mana dibuatkan surat penolakan autopsi oleh pihak keluarga,” pungkasnya.

 

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ahmad Fikri

Berita Terkait

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru