Hari Anti Korupsi Sedunia 2024, Kejari Kabupaten Sukabumi Usung Giat Ini!

Senin, 9 Desember 2024 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi turut memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2024 dengan cara yang tak biasa, Senin (9/12/2024).

Korps Adhiyaksa ini memilih melaksanakan aksi simpatik dengan membagikan stiker dan gantungan kunci kepada masyarakat serta pengguna jalan.

Di sekitar Kantor Kejari Kabupaten Sukabumi, tepatnya di ruas Jalan Raya Nasional Sukabumi-Bogor, Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kegiatan dipimpin langsung Kajari Kabupaten Sukabumi, Romiyasi.

Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Sukabumi, Wawan Kurniawan membagikan stiker dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2024.

Selain membagikan ratusan gantungan kunci dan stiker berlogo Hari Anti Korupsi Sedunia, Kejari Kabupaten Sukabumi juga menggelar kegiatan bhakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam yang melanda Kabupaten Sukabumi.

Kajari Kabupaten Sukabumi, Romiyasi melalui Kasi Intelijen, Wawan Kurniawan menjelaskan, bahwa rangkaian kegiatan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini, bertujuan untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam pemberantasan korupsi.

“Pembagian stiker dan gantungan kunci bertema Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju ini, sebagai bentuk sosialisasi dan ajakan kepada masyarakat agar turut mendukung upaya pemberantasan korupsi,” ujarnya.

“Kami berharap masyarakat dapat memberikan laporan dan pengaduan jika menemukan adanya penyimpangan atau tindak pidana korupsi,” sambung Wawan.

Di samping itu, dalam rangka membantu warga yang terdampak bencana, Kejari Kabupaten Sukabumi juga akan menggelar bhakti sosial di Kecamatan Warungkiara.

“Kami sangat peduli dengan keadaan warga yang terdampak bencana, terutama para pengungsi. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk memberikan bantuan sosial guna meringankan beban mereka,” paparnya.

Diketahui, saat ini dilaporkan terdapat 39 kecamatan di Kabupaten Sukabumi teridentifikasi terdampak bencana alam yang menyebabkan kerusakan parah, termasuk banjir dan longsor. Bahkan, 10 warga dinyatakan meninggal dunia dan dua warga lainnya masih dalam proses pencarian tim SAR gabungan.

“Kejari Kabupaten Sukabumi berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak positif, baik dalam mengurangi dampak sosial akibat korupsi maupun bencana alam,” tandasnya.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:12 WIB

Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:29 WIB

Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:16 WIB

Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Berita Terbaru