Sukabumi Dikepung Banjir dan Longsor, BPBD Catat Belasan Kecamatan Terdampak

Rabu, 4 Desember 2024 - 18:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sukabumi dua hari terakhir ini memicu bencana banjir, longsor, dan pergerakan tanah di berbagai wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat dari hari Selasa (3/12/2024) hingga Rabu (4/12/2024) belasan kecamatan terdampak, dengan kerugian material yang belum sepenuhnya terdata.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyebutkan bahwa curah hujan tinggi selama dua hari berturut-turut telah menyebabkan sejumlah sungai meluap, tanah longsor, serta pergerakan tanah di berbagai titik.

Wilayah Terdampak Banjir yakni Kecamatan Ciemas, Kecamatan Palabuhanratu, Kampung Cimanggu, Desa Tegallega, Kecamatan Cidolog, Kecamatan Gegerbitung, Kampung Puncakpari, Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud, Kampung Cikadu, Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud dan Kecamatan Pabuaran.

Wilayah Terdampak Longsor yakni Kampung Cisaat, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kampung Cikawung, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kampung Cileutik, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kampung Sawahbera, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kampung Babadan, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kampung Nyomplong, Desa Hegarmamah, Kecamatan Warungkiara, dan Kampung Ciaul II, Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong.

Wilayah Terdampak Pergerakan Tanah yakni Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kampung Linggaresmi, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kampung Cikarang Tawang, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kampung Bantargadung Girang, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung.

BPBD Kabupaten Sukabumi telah berkoordinasi dengan aparat setempat, relawan, dan masyarakat untuk melakukan pendataan dampak kerusakan dan kebutuhan darurat. Hingga saat ini, evakuasi masih berlangsung di sejumlah titik bencana.

“Kami terus berupaya memberikan bantuan logistik dan melakukan assessment di lapangan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah evakuasi warga di lokasi terdampak bencana,” ujar Deden Sumpena.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana susulan.

“BPBD masih melakukan pendataan dan penanganan intensif akan terus dilakukan agar dampak bencana dapat diminimalkan,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug

Berita Terbaru