Harganas ke-31, Kota Sukabumi Terima Penghargaan Jabar Nominasi Kasebor

Senin, 22 Juli 2024 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Belum lama ini Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji menghadiri Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Cirebon pada Jumat malam, (19/07/2024) lalu.

Pada momen tersebut pria yang akrab disapa Kang Tutus ini didampingi Pj. Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Diana Rahesti, dan Kepala Dinas Dalduk KBP3A, Yadi Mulyadi.

Bertajuk tema, “Bersama Keluarga Membangun Bangsa,” mendorong peningkatan partisipasi dalam pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana, serta penurunan angka stunting.

Kegiatan ini diisi dengan Malam Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra Kerja yang diselenggarakan oleh BKKBN Provinsi Jawa Barat.

“Saya bersama Pj. Ketua TP-PKK dan Kepala Dinas Dalduk hadir dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-31 tingkat Provinsi Jawa Barat di Cirebon. Alhamdulillah Kota Sukabumi meraih tempat kedua dalam pencapaian total pelayanan KB MKJP HUT IBI di wilayah I,” kata Kusama.

Kota Sukabumi mendapatkan penghargaan sebagai Kampung Keluarga Berkualitas (Kasebor) Kelurahan Baros, yang meraih harapan 1. Selain itu, Kota Sukabumi meraih juara harapan 2 dalam kategori Kota Apresiasi PKB Terbaik Pembentuk Rumah Dataku.

“Ini merupakan hasil kerja sama dari semua pihak, terutama para petugas PLKB di wilayah. Terima kasih kepada Dinas Dalduk yang telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan, akan semakin baik lagi kedepannya,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan keluarga adalah dasar untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Keluarga yang kuat dan harmonis akan menjadi pondasi yang kokoh bagi pembangunan bangsa.

Melalui program keluarga berencana dan pembangunan keluarga yang berkelanjutan, diharapkan setiap keluarga dapat berkontribusi dalam mencapai tujuan ini.

Penurunan angka stunting juga menjadi fokus utama dalam pembangunan keluarga. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang dapat berdampak pada perkembangan fisik dan mental anak.

“Upaya pencegahan stunting memerlukan peran aktif dari seluruh anggota keluarga dan masyarakat. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga, pemerintah berharap dapat mengurangi prevalensi stunting secara signifikan,” tandasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH
DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk
BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah
Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah
Disnakertrans Sukabumi Siapkan SDM Siap Kerja Lewat Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:33 WIB

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:55 WIB

Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:35 WIB

DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB