Dokter RSUD R. Syamsudin S.H Autopsi Mayat di Cireunghas, Ini Penyebabnya!

Rabu, 8 November 2023 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Polres Sukabumi Kota melakukan autopsi pada jasad laki-laki yang ditemukan warga di halaman parkir salah satu mini market, tepatnya di Kampung Cireunghas, RT 03/RW 02, Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (07/11/2203) malam.

Autopsi jasad laki-laki asal Kota Depok itu, diketahui merupakan seorang driver transportasi online, dilakukan di RSUD R Syamsudin SH pada Rabu (08/11/2023). Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathia mengatakan,
setelah diautopsi, tidak ditemukan luka yang signifikan pada korban, namun terlihat bahwa korban kekurangan oksigen.

“Kemungkinan waktu kematian berkisar lebih dari 24 jam karena tubuhnya sudah mulai membusuk dan warna kulit berubah kehijauan. Itu lama kelamaan bisa menjadi hitam seluruh tubuhnya,” kata dr Nurul Aida.

Sewaktu melakukan autopsi, dirinya mengaku tidak menemukan luka terbuka maupun luka tertutup pada jasad korban. Meski demikian, ada kemungkinan pada jasad korban terdapat luka kekerasan yang tersamarkan oleh pembusukan. Seperti pada bagian kulit dan kuku korban sudah berubah warnanya menjadi kehijauan.

“Kalau luka bekas kekerasan, dari sepengetahuan saya tadi itu nggak lihat, tapi itu juga bisa tersamarkan oleh tadi itu pembusukan, karena kulitnya sudah mulai warna kehijauan, tentunya kalau misalnya ada memar bisa jadi tersamarkan dengan adanya pembusukan tadi,” jelasnya.

Karena itu, dia menjelaskan, detailnya masih harus diselidiki oleh penyidik. Kemungkinan penyebab kematian bisa karena kekurangan oksigen akibat penyakit pada organ utama penunjang kehidupan seperti paru-paru atau jantung.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, korban dimungkinkan telah berusaha nafas secara berlebih. Menurutnya, kekurangan nafas pada korban tersebut,  bukan penyebab kematiannya. Karena ia menilai hal kekurangan nafas itu, merupakan prosesnya.

“Kan prosesnya bisa macam-macam. Tadi, seperti tertutup mulut, hidung, leher, dada atau penyakit. Jadi itu proses kelihatan tapi penyebabnya belum tau nih, apakah memang penyakit atau ada yang lain. Kalau yang lain itu harus lihat dari TKP-nya bagaimana,” terang dia.

Tim forensik mengambil sampel organ utama penunjang kehidupan. Diantaranya, paru, jantung dan otak yang akan dikirim ke laboratorium untuk dilihat apakah memang ada kelainan soal kematian korban atau sebaliknya.

“Untuk hasil lab, biasanya kalau udah agak busuk lumayan agak lama, sekitar dua mingguan hasilnya baru keluar,” tutupnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Dari Padjadjaran Anyar, KNPI Palabuhanratu Ari Awaludin Ajak Pemuda Rawat Tradisi Leluhur
Bukan Sekadar Internet, Pemasang Tiang MyRepublic di Citarik Direspons Positif Warga
2.220 Penerima Manfaat Nikmati Menu Rendang MBG, SPPG Purabaya Neglasari 1 Jaga Kualitas Gizi Anak
Rendang Sapi hingga Jeruk Jadi Menu MBG, 1.649 Siswa Binaan SPPG Antasena Cimahpar-Kalibunder
Bawa Bantuan dan Pesan Kesabaran, Koperasi Bumi Kiara dan Sapu Jagat Hadir di Ciptamulya
GRIB Jaya Sukabumi Turun ke Ciptamulya, Salurkan Bantuan dan Pastikan Siap Bantu Warga Terdampak
Ari Awaludin Pimpin KNPI Palabuhanratu Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Ciptamulya
Muscam Ganda Warnai KNPI Palabuhanratu, Masing-masing Kubu Tegaskan Legitimasi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:29 WIB

Dari Padjadjaran Anyar, KNPI Palabuhanratu Ari Awaludin Ajak Pemuda Rawat Tradisi Leluhur

Senin, 27 Juli 2026 - 18:51 WIB

Bukan Sekadar Internet, Pemasang Tiang MyRepublic di Citarik Direspons Positif Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 08:59 WIB

2.220 Penerima Manfaat Nikmati Menu Rendang MBG, SPPG Purabaya Neglasari 1 Jaga Kualitas Gizi Anak

Senin, 27 Juli 2026 - 08:57 WIB

Rendang Sapi hingga Jeruk Jadi Menu MBG, 1.649 Siswa Binaan SPPG Antasena Cimahpar-Kalibunder

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Bawa Bantuan dan Pesan Kesabaran, Koperasi Bumi Kiara dan Sapu Jagat Hadir di Ciptamulya

Berita Terbaru