JURNALSUKABUMI.COM – Program Studi Magister Ilmu Administrasi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar Studium Generale atau kuliah umum, dengan menghadirkan pembicara mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Selasa (24/10/2023).
Kegiatan bertema ‘Integrasi Kebijakan Publik dalam Mendukung Upaya Pencegahan Korupsi’ ini berlangsung di Gedung Auditorium UMMI Sukabumi, dengan diikuti oleh mahasiswa dan para dosen UMMI serta perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di kabupaten-kota sukabumi. Turut hadir dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Iyos Somantri selaku keynote speaker.
Rektor UMMI DR. Reny Sukmawani menyampaikan, studium generale ini sebagai upaya pihak universitas untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan korupsi.
“Sebagai bagian dari upaya kita untuk menuntut ilmu kalau dari sisi akademik untuk meningkatkan suasana akademik. Terkait dengan integrasi kebijakan publik dalam pencegahan korupsi,” kata Reny.
Reny berharap, lewat kegiatan tersebut UMMI dapat lebih dikenal masukan ataupun kesan dalam berbagai kegiatan yang digelar pihaknya, bisa tersampaikan.
“Sejak kedatangannya Novel, sampai selesai acara ini apabila ada hal-hal yang tidak berkenan tolong tinggalkan di sini jangan simpan di hati. Tapi kalau ada hal sangat berkenan bukan hanya disimpan di hati tapi tolong disampaikan terkait UMMI ini,” ujarnya.
Sementara, Ketua Panitia Eriek Gunawan Arsyad mengatakan bahwa tujuan dari diselenggarakannya kegiatan studium generale kali ini untuk memberikan pemahaman yang seluas-luasnya kepada mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa terkait upaya-upaya dalam mengintegrasikan kebijakan publik dalam upaya pencegahan/pemberantasan korupsi. Harus bisa menjadi satu irisan yang tidak terpisahkan yang tidak terpisahkan
“Disadari atau tidak sampai saat ini indikasi-indikasi korupsi itu masih ada terlepas yang disengaja ataupun tidak, sehingga korupsi di negara saat ini sudah dianggap sebagai sesuatu kebiasaan yang lama kelamaan bisa memunculkan polapikir dan tidak ada kepedulian. Maka dari itu dengan diselenggarakannya kegiatan ini mahasiswa magister ilmu administrasi berharap banyak ada masukan dari orang yang kompeten dalam bidang tersebut.” tutur Eriek.
Dia menjelaskan, alasan memilih Novel Baswedan sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut. Pihaknya menilai, sosok Novel mempunyai kompetensi dan pemahaman dalam bidang penanganan/pencegahan korupsi.
“Pilihannya kenapa Novel baswedan karena kami berpikir beliau sangat mumpuni soal memberikan pengetahuan baru, apa itu korupsi, apa yang terjadi ketika korupsi dibiarkan itu akan menjadikan dampak buruk terhadap tatanan bernegara” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap lewat kegiatan ini para mahasiswa bisa menumbuhkan kepedulian dan berpikir kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang berpeluang disalahgunakan.
“Tujuannya satu, memberikan pemahaman,dan kepedulian generasi muda khususnya mahasiswa sebagai penerus bangsa untuk lebih peduli dan bersama-sama menjadi kontrol sosial dalam fenomena yang terjadi saat ini. Sehingga tidak ada lagi rasa sungkan apabila menemukan adanya indikasi kebijakan atau tindakan yang akan menimbulkan kerugian negara atau publik dan tidak sungkan untuk mengingatkan/mengkritisi kepada , baik itu terjadi lingkungan birokrat ataupun pemangku kebijakan lainnya.” tutup dia.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: AA Rohman






