JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Lima Faudiamar, menjelaskan absennya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam upacara peringatan Hari Kesaksian Pancasila di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, absensi siswa SMA disebabkan oleh ketiadaan undangan resmi.
“Saya juga mohon maaf yang sebesar besarnya atas ketidaknyamanan Pak Bupati terkait ketiadaan siswa SMA dalam upacara Hari Kesaksian Pancasila. Di sisi lain, pihak sekolah juga menunggu undangan resmi untuk mengerahkan siswa-siswi,” ucap Lima Faudiamar.
Lima Faudiamar menegaskan bahwa undangan untuk tanggal 1 Oktober belum diterima. Meskipun demikian, ia memberikan jaminan bahwa kejadian semacam ini tidak akan terulang di masa mendatang.
Sebelumnya, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menyampaikan kekecewaannya terkait ketidakhadiran siswa-siswi SMA dalam upacara Hari Kesaksian Pancasila.
Marwan menyoroti perbedaan tanggung jawab dalam pengelolaan pendidikan antara pemerintah pusat dan daerah yang mungkin menjadi penyebabnya.
Bupati Sukabumi menekankan pentingnya keterlibatan SMA dalam peringatan Hari Kesaksian Pancasila sebagai momen vital untuk mengukuhkan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi negara yang diakui.
Namun, ia mencatat bahwa perubahan aturan kewenangan dalam pengelolaan pendidikan telah menyebabkan perbedaan tanggung jawab di berbagai tingkat pendidikan, termasuk SMA, SMP, dan SD.
Hal ini membuat beberapa kepala sekolah SMA merasa tidak berkewajiban untuk mengikuti upacara seperti Hari Kesaksian Pancasila.
“Padahal kita bisa habisin mereka sebetulnya, tapi tadi aturan-aturan yang menyebabkan perbedaan perbedaan tanggung jawab itu tadi harusnya kita di atas. Kami sudah meminta tidak ada lagi jenjang SMA, SMP SD itu beda dalam pengawasan. Kalau perguruan tinggi tidak masalah, ini seharusnya paling penting anak-anak yang perlu didoktrin ideologi pancasila,” ungkap Marwan.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: AA Rohman






