JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Christo Toar melakukan pengecekan proses pengolahan bahan makanan (bama) untuk makan warga binaan Lapas Sukabumi, Sabtu dini hari (8/4/2023).
Pengecekan yang dilakukan tersebut, bertujuan mengontrol terpenuhinya gizi warga binaan Lapas Sukabumi saat berpuasa.
Agar mendapatkan makanan yang terjaga gizinya sesuai Permenkumham nomor 40 tahun 2017 tentang Pedoman penyelenggaraan makanan bagi Tahanan, Anak dan Narapidana.
“Kami selalu mengontrol proses penyelenggaraan makanan, salah satunya adalah penimbangan bahan makanan yang tujuannya agar hak-hak dasar yaitu kebutuhan gizi WBP terpenuhi,” ucap Christo.
Christo menjelaskan, setiap makanan yang disajikan pihak Lapas Sukabumi selalu mengikuti proses penyelenggaraan makanan sesuai dasar hukum pedoman penyelenggaraan makan bagi narapidana.
Mulai dari perencanaan, penerimaan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, sampai pendistribusian makanan bagi warga binaan Lapas Sukabumi.
“Kami selalu mengontrol proses penyelenggaraan makanan, salah satunya adalah penimbangan bahan makanan yang tujuannya agar hak-hak dasar yaitu kebutuhan gizi WBP terpenuhi,” tutur dia.
Lanjut dia menerangkan, bahwa pihaknya menggunakan siklus sepuluh hari makanan yang berbeda-beda saat sahur dan juga berbuka puasa.
“Selama bulan puasa, kami menyiapkan menu sahur dan menu berbuka puasa dengan siklus sepuluh hari, dimana setiap harinya makanan yang diterima warga binaan menunya berbeda selama sepuluh hari itu” jelasnya .
Tidak hanya menyiapkan makanan pokok saja, Lapas Sukabumi juga memberikan makanan tambahan (Extra Fooding) bagi warga binaan Lapas Sukabumi di bulam Ramadan.
Hal itu sesuai surat dari Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat tentang Penyampaian Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan tentang Pemberian Makanan Tambahan bagi Tahanan, Anak dan Narapidana di bulan puasa.
“Kami juga memberikan extrafooding selama bulan puasa ini, mulai dari roti dan teh manis, bakwan dan kurma, bubur kacang hijau, kolak, dan juga es buah, hal ini bertujuan agar suasana bulan puasa bagi warga binaan bisa merasakan seperti di rumah sendiri,” tandasnya.
Dia berharap, dengan pembagian makanan yang cukup dan gizi yang terpenuhi ini, para warga binaan Lapas Sukabumi dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana






