Atap Gudang Penggilingan Padi Rusak, BPBD Catat Tiga Rumah Akibat Angin Kencang

Senin, 27 Februari 2023 - 15:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebut setidaknya ada tiga rumah terdampak kerusakan akibat cuaca ekstrem, pada Senin (27/2/2023).

Angin kencang disertai hujan yang terjadi di tiga kecamatan, merusak rumah warga salah satunya Kecamatan Kadudampit. Informasi yang dihimpun, fenomena cuaca tersebut terjadi sejak dini hari sampai siang hari.

Akibatnya, sebuah atap gudang penggilingan padi porak poranda disapu angin kencang. Selain itu, tiga rumah warga juga alami kerusakan.

“Cuaca ekstrim dengan curah hujan tinggi menyebabkan atap bangunan penggilingan padi rusak. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut melainkan atap bangunan rusak,” terang Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna.

Lebih lanjut, Daeng menuturkan, hasil pemantauan kejadian bencana alam jenis angin kencang terjadi di beberapa wilayah seperti Kecamatan Cicurug, Kadudampit dan Kabandungan. Ada yang rusak ringan sampai berat.

Daeng menyebut, angin kencang mengakibatkan satu rumah milik warga Dedi (38) rusak berat, tepatnya di Kampung Tenjolaya Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug. Kerusakan rumah tersebut sampai menyisakan dinding belakang saja.

“Kita data dan kebutuhan mendesak saat ini asbes, bata, semen dan pasir. Intinya kebutuhan material,” jelasnya.

Sementara di wilayah Kecamatan Kabandungan, kata Daeng, ada dua rumah rusak redang miliki Suryanti (58) dan Rinaldy (28). Kedua rumah itu masing-masing ditempati oleh tiga orang jiwa.

“Tidak ada yang mengungsi namun kondisi saat ini, situasi hujan disertai angin kencang mengancam rumah,” terangnya.

Daeng menambahkan, pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Harisman

Berita Terkait

Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan KebisinganĀ 
Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di PalabuhanratuĀ 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan KebisinganĀ 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Berita Terbaru