Potret Buram Masyarakat di Sistem Kapitalisme

Minggu, 20 November 2022 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Imas Sunengsih, S.E (Aktivis Muslimah)

“Serapat-rapatnya bangkai ditutupi maka akan tercium pula”. Ungkapan ini benar adanya, sebagaimana peristiwa penemuan satu keluarga yang meninggal dunia dan ditemukan setelah tiga minggu dari waktu kematian mereka. Sesuatu yang tercium bukan hanya bau bangkai dari pembusukan badan keluarga tersebut, justru yang lebih menyengat adalah kebusukan kehidupan sosial di kota besar.

Bagaimana kepeduliaan dan kepekaan dalam bertetangga tampak sudah pupus di kota besar–di Tanah Air saat ini. Kabar mengejutkan tersebut telah menghiasi pemberitaan, dikabarkan satu keluarga tewas.

Seperti yang dikutip dari: TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Satu keluarga yang tewas di Perumahan Citra Garden 1 Ekstension, Kalideres, Jakarta Barat disebut sudah tinggal di lokasi tersebut selama 20 tahun lebih. (Tribunnews. 13/11/2022).

Fakta ini merupakan gambaran masyarakat di sistem kapitalisme saat ini, sikap individualisme muncul dari pribadi masyarakat. Bahkan tidak saling mengenal, walaupun sudah bertetangga lama. Sikap individualisme tampak pada sikap cuek, tidak peduli, tidak ada rasa empati, hanya mementingkan diri sendiri semata, sikap ini tercermin dari masyarakat kapitalisme hari ini. Mereka hidup hanya mementingkan pribadi saja, tidak mau peduli dengan orang lain bahkan tak tergerak untuk membantu orang lain dalam kesusahan.

Peristiwa ditemukannya satu keluarga tewas, dalam keadaan di lambungnya tidak ditemukan sisa makanan, menunjukkan satu keluarga ini kelaparan hingga menemui ajalnya. Ketika fakta ini menyeruak ke permukaan, tetangga sekitar justru menyalahkan keluarga tersebut yang tertutup, tidak ada rasa curiga dan khawatir ketika satu rumah yang tidak menunjukkan kehidupan berhari-hari, jangankan peduli terhadap perut tetangga.

Sebenarnya kehidupan sosial ketimuran yang secara turun-temurun diwariskan nenek moyang di Indonesia tidaklah demikian. Tepo saliro, tenggang rasa sejak dahulu diajarkan sejak dini pada masyarakat di Tanah Air. Bukan hanya ajaran Islam yang menuntun umatnya untuk memedulikan tetangga layaknya saudara bahkan harus dicintai sebagaimana mencintai diri sendiri. Bukan hanya ajaran Islam yang ditinggalkan bahkan adat ketimuran juga hanya tinggal sejarah di Nusantara.

Hal ini terjadi karena negeri ini telah mengadopsi sistem kapitalisme, sistem yang berasaskan sekularisme atau memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga standar kehidupan, baik dan buruk, kebahagiaan dan kesengsaraan, hanya diukur oleh materi semata, akibatnya banyak dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Pada tataran individu menjadi sekuler, lemah iman, mementingkan diri sendiri, tidak peduli melanggar aturan norma ketimuran dan agama sekalipun. Dalam tataran masyarakat sudah tidak ada lagi kontrol yang menyaring, menjaga, menguatkan dalam kebaikan, dan yang lebih fatal dalam tatanan negara sistem kapitalisme ini membuahkan aturan yang hanya berpihak pada para kapitalis belaka sehingga ekonomi rakyat semakin menurun.

Gambaran buram masyarakat di sistem kapitalisme ini, berbanding jauh dengan masyarakat dalam sistem Islam. Dalam Islam, yang dikatakan masyarakat Islam ketika memiliki perasaan yang sama, pemikiran yang sama, dan aturan yang sama yakni Islam. Masyarakat dalam Islam akan sangat peka dengan saudaranya yang lain atau dengan tetangganya, ketika dalam kesusahan, kekurangan, dan butuh bantuan. Mereka sigap saling bahu-membahu untuk menolong, karena Islam mengajarkan bahwasanya dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia orang mukmin, maka Allah akan menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barang siapa yang memberi kemudahan orang yang kesulitan (utang), maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim dengan lafal ini).

Selain itu Ikatan akidah menjadi ikatan yang kuat untuk mengikat kaum muslim. Islam pun mengatur bagaimana memperlakukan orang kafir, ketika ada orang kafir yang menjadi warga negara membutuhkan bantuan, maka wajib untuk membantunya, baik secara individu, masyarakat, ataupun negara. Ketiga unsur ini saling bertanggung jawab untuk memberikan bantuan, tentu negara tidak akan abai dengan tanggung jawab sebagai pengurus urusan rakyat. Gambaran masyarakat dalam Islam akan sangat harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, mereka hidup penuh dengan tatanan aturan yang sudah ditetapkan oleh Islam. Sistem Islam membentuk masyarakat yang kokoh dari seluruh aspek, tidak akan lahir sikap individualisme.
Selain keimanan individu yang mendorong individu untuk berlomba beramal saleh termasuk berbuat baik kepada tetangga. Sistem Islam juga merekatkan masyarakat dengan kontrol amar makruf nahi mungkar yang saling mengingatkan akan kebenaran dan melarang untuk berbuat maksiat.

Ada tataran negara sistem Islam kafah akan menyokong kehidupan sosial yang aman dan sejahtera. Bukan hanya tetangga yang bertanggung jawab pada perut tetangga lainnya, Umar bin Khattab ketika menjabat kepala negara memastikan sendiri rakyatnya tidak ada yang kelaparan kesusahan dengan berpatroli hingga memanggul sendiri kebutuhan pokok untuk rakyatnya yang kesusahan. Selain menciptakan perekonomian yang pro terhadap rakyat dengan menempatkan kepemilikan sesuai pada haknya, individu, masyarakat, dan negara tidak ada yang tumpang tindih atau saling menzalimi seperti pada sistem kapitalisme yang kacau balau, individu pemilikm modal bisa menguasai kepemillikan milik umat dan negara. Sehingga kesejahteraan rakyat bagaikan bayang-bayang yang semakin dikejar semakin menjauh.

Masyarakat Islam harus segera diwujudkan dengan menerapkan sistem Islam kafah dalam negara khilafah, yang itu harus diperjuangkan oleh seluruh kaum muslimin, dengan segenap daya upaya yang harus dikerahkan hingga terwujud. Semoga Allah SWT segera memenuhi janji-Nya, untuk menjadikan kaum muslimin menjadi penguasa bumi ini untuk menerapkan sistem Islam kafah secara sempurna dalam semua aspek kehidupan. Wallahualam bissawab. (*).

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam