Kelurahan Tangguh Bencana, Kang Fahmi: Fokus pada Antisipasi Bencana dan Penanganan TB

Selasa, 15 November 2022 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menyatakan bahwa saat ini tengah fokus pada antisipasi bencana dan menjalankan amanat pemerintah pusat terkait penanganan Tuberkulosis (TB).

Hal itu disampaikan Fahmi saat menggelar Rapat Koordinasi Kewilayahan dan
penandatanganan komitmen kelurahan tangguh bencana digelar di Balai Kota Sukabumi, Selasa (15/11/2022).

“Kami melaksanakan rakor dengan wilayah terkait dua hal,” kata dia.

Pertama fokus pada antisipasi bencana ingin kelurahan tangguh bencana dan kecamatan tangguh bencana segera dipersiapkan. Di mana aparat wilayah dan warga antisipasi pada saat dan setelah bencana untuk melakukan kolaborasi agar waspada khususnya di tengah cuaca ekstrem.

Kedua lanjut Fahmi, terkait amanat pemerintah pusat dalam penanganan tuberkulosis. Sebab dinkes ada data pasien dinyatakan TB dipantau pengobatan karena harus ruti sehingga bisa ditekan agar menurun.

Dia menambahkan, untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan bencana berbasis wilayah dan pencegahan pertumbuhan kasus Tuberkulosis. Selain wali kota hadir Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, para Asda dan camat serta lurah.

Pada momen tersebut dilakukan  penandatanganan dua kelurahan tangguh bencana yakni Kelurahan Sindangsari dan Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu.

Khusus kelurahan tangguh bencana, wali kota memberikan perhatian khusus. Di mana sosialisasi kelurahan tangguh bencana harus dipahami benar.

”Ketika dilaunching berharap ada sebuah kesepahaman dan komitmen bersama. Di mana, dari 33 kelurahan sudah 17 kelurahan tangguh bencana dan sisanya dalam proses,” terangnya.

Kecamatan tangguh bencana kata Fahmi inisiatif dukungan dari kecamatan sesuai dengan perannya pada penerapan standar pelayanan minimal urusan bencana.

”Bagaimana optimalkan pelayanan pemerintah di tingkat kecamatan penyelanggaraan penanggulangan bencana,” imbuh Fahmi. Intinya harus lebih cepat ketika sudah tangguh bencana krena dengan optimalisasi misalnya waktu respon dalam penanggulangan bencana, tambahnya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk
BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah
Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah
Matangkan Aksi Damai di Lapangan Merdeka, Pemilik Dapur hingga Penerima Manfaat MBG Gelar Pertemuan
Sukseskan Gerakan Peduli Gizi, Kepala SPPG Bantargadung Bojonggaling 2 Nyatakan Dukung Aksi Damai MBG
Kawal Keberlanjutan Program, Koordinator SPPG MBG Cibadak Dukung Aksi Damai di Lapang Merdeka

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:35 WIB

DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:57 WIB

BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:49 WIB

Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah

Berita Terbaru

OPINI

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:29 WIB