Jalan Rusak di Benda Diindikasi Akibat Kendaraan Overload, DPRD: Tindak Tegas!

Sabtu, 21 Mei 2022 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi menyayangkan, keluhan akan kondisi jalan Nasional Sukabumi-Bogor tepatnya di Kampung Benda RT. 01/01 Desa Benda, Kecamatan Cicurug, belum juga direspon baik pemerintah pusat.

Padahal, politisi Partai Golkar ini mengaku sudah melaporkan sejak jauh-jauh hari. Akibatnya, kecelakaan maut kembali terjadi sekitar pukul 20.30 WIB Sabtu (21/5/2022) hingga memakan korban jiwa.

“Malam ini, tepatnya di ruas jalan Cicurug-Benda kembali terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Salah satunya disebabkan akibat jalan bergelombang,” kata Agus dalam pesan suara yang dikirim ke jurnalsukabumi.com, Sabtu (21/05/2022).

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi periode 2014-2019 ini menilai, jalan bergelombang diindikasi karena tingginya mobilitas truk angkutan barang over tonase alias overload.

“Saya bisa pastikan, jika jalan ini bergelombang akibat truk Aqua maupun truk pasir yang melebihi kapasitas muatan,” kata Agus.

Oleh sebab itu, dirinya meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi untuk segera melakukan tindaka tegas akan persoalan ini.

“Tolong dinas segera turun dan lakukan tindakan tegas bagi kendaraan yang melebihi tonase. Termasuk, minta tanggung jawab kepada perusahaan-perusahaan akan perbaikan jalan secepatnya,” tutup Agus.

Sementara itu, laka maut terjadi saat Dede asal Bogor yang membonceng istrinya itu mencoba menyalip kendaraan di depannya. Pemotor dengan nopol F 5903 EO itu melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor.

“Tergelincir, terus karena posisi penumpang di belakang kepala bagian belakangnya terbentur keras kena aspal,” terang Aang, saksi mata dalam insiden itu.

Akibatnya, penumpang yang belum diketahui identitasnya itu meninggal di tempat. Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Sekarwangi.

Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru