Cara Islam Mengatasi Epidemi Penyakit Menular

Kamis, 20 Februari 2020 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Sri Mulyati (Mahasiswi dan Member Akademi Menulis Kreatif)

Indonesia kembali dibuat cemas. Hal ini berujung pada aksi penolakan kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Cina yang telah positif terjangkit virus Corona yang kini telah tiba di Batam, pada Ahad (02/02/2020).

WNI yang dievakuasi langsung bertolak ke Natuna menaiki pesawat TNI untuk menjalani karantina di Natuna selama dua pekan. (02/02/2020, Detiknews). Kedatangan mereka menuai protes dari warga Natuna hingga terjadinya pembakaran ban di dekat lokasi observasi tepatnya di Lanud Raden Sadjad.

Aksi ini dilakukan untuk mengecam pemerintah atas kedatangan mereka. Menurut keterangan yang di dapat, “Informasinya yang saya terima demikian (membakar ban)”. Kata Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombes Harry Goldenhardt saat diminta konfirmasi, pada hari Ahad (detikNews,02/02/2020).

Adapun, dalam aksi penolakan ini, masyarakat Natuna bersepakat untuk membuat enam poin tuntutan kepada pemerintah pusat maupun daerah, sebagai berikut:

1. Meminta WNI dari Wuhan dipindahkan ke kapal KRI dengan tujuan agar dapat di observasi di lepas pantai agar tidak menimbulkan keresahan seperti saat ini.

2. Meminta pemerintah pusat maupun daerah kompensasi berupa Jaminan kesehatan di Natuna.

3. Meminta pemerintah mendatangkan dokter dan psikiater ke Natuna.

4. Menteri Kesehatan Wajib berkantor di Natuna.

5. Menuntut Pemerintah Pusat untuk kedepannya dapat disosialisasikan mengenai kondisi hari ini (Wabah).

6. Masyarakat meminta Pemda menjadi penyambung lidah antara masyarakat dengan pemerintah pusat.

Jika keenam tuntunan ini tidak di kabulkan maka, masyarakat akan membuat mosi tidak percaya kepada Eksekutif maupun Legislatif. Sesungguhnya, jika pemerintah benar-benar berada bersama rakyat sejak awal dalam menangani kasus ini dengan serius.

Maka, keenam tuntutan yang disuarakan oleh masyarakat Natuna benar-benar tidak akan terjadi. Namun, pada faktanya tidak demikian. Keamanan dan kenyamanan yang seharusnya diperoleh oleh masyarakat Natuna (khususnya) adalah tanggung jawab pemerintah daerah maupun pusat. Karena, bangsa dengan jaminan kesehatan fisik maupun psikis adalah aset yang berharga.

Akan tetapi, nampaknya pemerintah begitu lamban dalam menangani Isu Corona ini. Hingga, hal ini pun mengundang reaksi dari politikus Partai Gerindra, Fadli Zon. “Hingga hari ini (Rabu,20/01/2020). Misalnya, belum ada satupun kebijakan yang bersifat menentukan terkait persoalan tersebut.

Padahal, sudah ada enam negara tetangga kita sudah terpapar kasus Corona, yaitu Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Singapura dan Australia”. Ujar Fadli Zon. *(30/01/2020, Republika.co.id)*

Ia menilai pemerintah cenderung lamban dalan menyusun kebijakan mengantisipasi penyebaran virus Corona. Bukan hanya hal ini, pemerintah juga belum memberikan peringatan pejalan bagi WNI yang akan bepergian ke Cina. Peringatannya hanya diberikan khusus bagi mereka yang hendak mengunjungi provinsi Hubei saja terutama kota Wuhan.

“Padahal, penyebaran virus Corona ini telah menyebar ke 30 Provinsi dari 31 Provinsi di Cina. Pemerintah seharusnya lebih responsif dan sensitif mengantisipasi berbagai kemungkinan”. Tambah Fadli Zon. (30/01/2020).

Dalam urusan logistik pun, baru akan dicarikan solusi 4-5 hari setelahnya. Ironisnya , Menteri Kesehatan Terawan Agung Putranto hanya menghimbau WNI terutama yang di Wuhan, agar tidak stres. Dia menyebut virus Corona bersifat swasirna. Dalam arti pasien yang terjangkit virus Corona bisa sembuh dengan sendirinya bila kondisi tubuhnya cukup baik.

Hal demikian menegaskan kepada kita, bahwa pemerintah secara nyata tidak mengambil tindakan maksimal dalam menuntaskan wabah untuk membebaskan rakyat dari bahaya dan kekhawatiran terkena dampaknya. Pemerintah seharusnya mengisolasi di kapal perang di lepas bukan di daratan.

Sebagaimana apa yang disampaikan tuntutan dalam aksi yang telah di sebutkan di atas. Mengulur-ngulur waktu sama dengan mengantarkan rakyat berada di tepi jurang yang sangat mematikan. Hanya tidak ada kemanfaatan yang diraih yang membuat pemerintah tidak bersungguh-sungguh mengatasi masalah dan memberikan perlindungan total kepada rakyat.

Cara Islam mengatasi Epidemi Penyakit Menular

Persoalan wabah, sesungguhnya bukan kali pertama terjadi baik di dunia modern maupun di masa lampau. Semua persolan bisa di kembalikan kepada Islam seluruhnya. Karena Islam merupakan sebuah Ideologi yang dapat menyelesaikan berbagai macam persoalan. Termasuk didalamnya menyelesaikan wabah.

Dalam penyelesaiannya, ide karantina merupan ide yang telah direalisasikan pada masa Rasulullah Saw. Ketika itu terjadi wabah penyakit menular yakni kusta. Langkah pertama kali Rasulullah Saw lakukan adalah menerapkan karantina atau mengisolasi terhadap penderita.

Keputusan ini dilakukan dengan cepat dan melakukan tindakan antisipatif agar daerah lain tidak terkena. Seperti sabda Rasulullah Saw: لا تديمو النظر إلا المجذومین “Janganlah kalian terus menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta”. (HR.al-Bukhari).

Selain hal itu, langkah selanjutnya yang Rasulullah Saw lakukan adalah membuat tembok yang tinggi di daerah yang terkena wabah. Agar penyebaran wabah tidak sampai kedaerah lain. Dan memperingatkan dengan tegas jika seseorang yang terkena wabah didaerah tertentu untuk tidak meninggalkan tempat dimana ia terkena wabah.

Rasulullaah Saw bersabda: إذ سمعتم باالطاعون بأرض فلا تدخلوها و إذ وقع بأرض و انتم بها فلا تحر جوا منها

“Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu”. (HR.al-Bukhari).

Demikianlah cara Islam dalam mengatasi epidemi penyakit yang menular ini. Hal praktis yang bisa menerapkan kebijakan adalah negara. Negara sebagai pijakan tertinggi yang memiliki kewenangan dapat mengambil langkah tersebut.

Wallahu a´lam bishawab

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam