JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, meresmikan Pelayanan CT Scan 128 Slices dan Peninjauan Hemodialisa RSUD R. Syamsudin S.H, Kamis (21/4/22). Kang Fahmi di dampingi Plt Direktur RSUD R. Syamsudin S.H, Yanyan Rusyandi.
Kang Fahmi mengatakan, layanan kesehatan terus mengalami perubahan. Karena dalam prosesnya, ditentukan percepatan teknologi. Semakin pesat teknologi maka.perubahan pun dengan sendirinya akan mengalami percepatan,” kata Yanyan.
Saat ini kata dia, masyarakat semakin sadar, tentang arti pentingnya pemeriksakan kesehatannya secara teratur. Belum lagi masyarakat ingin dimanjakan. Sehingga rumah sakit menghadirkan teknologi kekinian maupun dari sisi pemberian pelayanan yang baik pada masyarakat. 
“Saya teringat, Tahun 2013 -2014, saat masih di DPRD, saya ingat benar rumah sakit ini sudah memiliki semangat bagaimana menjadikan RSUD R. Syamsudin ini menjadi rumah sakit wisata kesehatan. Agar menghadirkan layanan ekslusif dan eksekutif, bagi masyarakat. Sehingga masyarakat akan memeriksakan kesehatan ke bunut saja karena ada pelayanannya ekslusif dan eksekutif,”terangnya.
Wisata kesehatan kata politisi PKS itu, bukan yang pertama kali ini.saja, tapi sudah lama berlangsung lama. Awal 2022 ujarnya, dia pernah melakukan apel di RSUD Bunut itu. Ada tiga segitiga persaingan yang harus dipersiapkan betul-betul oleh rumah sakit.
“Ada 3 C yaitu Customer, Corporate, dan Competitor. Konsumen adalah raja atau sultan yang harus dilayani sebaik-baiknya. Internal manajemen rumah sakit yang harus solid dan memiliki daya saing dengan kompetotor,” kata Kang Fahmi.
“Seperti contoh,.rumah sakit jangan sekali-kali menelantarkan pasien atau membiarkan mereka luntang lantung di.IGD atau tempat pelayanan lainnya tanpa kepastian. Kalau dari sisi branding disebut ekonomi pengalaman. Jadi orang akan berceritera, tentang pengalaman yang dialami,
Antara hospital dan hospitality tidak dapat dipisahkan. Hospital itu rumah sakit dan hospitality itu adalah keramahtamahan,” tandasnya.
Redaktur: Usep Mulyana






