DPKP Sebut 90% Kebakaran di Kabupaten Sukabumi Akibat Human Error

Selasa, 29 Maret 2022 - 12:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi menyebut, kebakaran yang kerap terjadi, akibat Human error atau kelalaian bukan bencana alam.

Inspektur DPKP kabupaten Sukabumi, Taufik N Hidayat mengatakan, kebakaran itu merupakan kesalahan yang diakibatkan kelalaian sumber daya manusia baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

“Sekitar 90% kebakaran itu bukan bencana, tetapi karena human error atau kesalahan manusia sendiri. Kenapa dekikian, kita kembali lagi ke manusianya, terhadap barang-barang ataupun material-material yang ada di sekitar kita,” ujar Taufik kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (29/3/2022).

Namun seringnya terjadi human error, DPKP akan terus melakukan langkah sosialisasi agar meminimalisir terjadinya kebakaran.

“Sosialisasi di.sini istilahnya, kita memberi ilmu, sosialisasi disini bukan hanya tentang penanganan tetapi ditekankan bagaimana cara masyarakat mencegah terjadinya kebakaran,” terangnya.

Taufik menjelaskan langkah terkecil menanggulangi kebakaran di masing-masing rumah di pagi hari, yakni dengan cara membuka ventilasi terlebih dahulu sebelum menyalakan listrik atupun kompor.

“Begitu bangun tidur sebelum aktivitas di dapur menyalakan listrik dan kompor, kita anjurkan untuk membuka pintu selebar-lebarnya minimal lima menit. Itu fungsinya untuk meminimalisir terjadinya kebakaran yang diakibatkan oleh kebocoran gas,” tuturnya.

Dengan begitu lanjut Taufik, kebocoran gas yang terkumpul di suatu ruangan dapat keluar melalui saluran udara, sehingga terjadinya kebakaran dapat terhindarkan.

“Nah itulah istilahnya, hal-hal yang seperti itulah yang memang saat ini dilakukan sosialisasi,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Uaep Mulyana

Berita Terkait

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug

Berita Terbaru