Pemdes dan KNPI Kecamatan Gunung Guruh Berikan Pelatihan Budidaya Maggot

Kamis, 18 November 2021 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) dinilai bisa menjadi salah satu solusi dalam pengurangan volume sampah organik.

Budidaya maggot sendiri mampu mengubah perilaku masyarakat dan mengurangi sampah organik.

Selain itu lewat budidaya lalat tersebut bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat. Pasalnya, larva lalat ini bisa dijual untuk dimanfaatkan sebagai pakan.

Untuk itu Kecamatan Gunungguruh, bersinergi dengan Desa Cibentang dan PK KNPI memberikan pelatihan budidaya magot kepada masyarakat di Aula Desa Cibentang, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi.

Pelatihan tersebut dihadiri 30 peserta. Mereka diberikan pemahaman oleh nara sumber yang ahli di bidangnya.

“Pesertanya  itu diambil dari masing-masing Karang Taruna, RT/RW, dan sebagian warga masyarakat Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi,” kata Kepala Desa Cibentang Firman Hilmansyah kepada wartawan, Kamis (18/11/21).

Lanjut dia, program pemberdayaan yang akan dijalankan ini dianggarkan dari dana desa. Pelatihan tersebut diharapkan mampu memberdayakan masyarakat dalam pengolahan sampah, dan menumbuhkan kembali perekonomian d imasa pandemi.

” Ya, betul apalagi PK KNPI  Kecamatan Gunungguruh pernah mengadakan pelatihan larva maggot sebelumnya, bahkan tergolong sukses,” imbuhnya.

Sementara itu dihubungi terpisah ketua PK KNPI Kecamatan Gunung Guruh, Sayyid Agil yang juga merupakan pemateri dalam kegiatan itu mengatakan budidaya maggot ini jelas bermanfaat bagi masyarakat. Selain bisa mengurangi volume sampah, bisa menumbuhkan ekonomi di lingkungan sekitar.

“Narasumber langsung dari kita, dan kita sudah menjadi mitra strategis pemerintah berdasarkan musyawarah desa tahun 2019, memberikan informasi mengajak teman teman dari Desa kaitan pemberdayaan, dan tidak cukup dengan seremonial semata,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan itu peserta diberikan pelatihan bagaimana cara melakukan budidaya lalat tersebut dari mulai larva hingga besar, kemudian diberikan cara dalam pemasarannya.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman
SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045
PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air
Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital
90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar
Antisipasi Pajak Kendaraan Tahunan, BPR Sukabumi Hadirkan Tabungan TAPAK
BPR Sukabumi Hadiri Peringatan Harkitnas 2026, Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital
Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:53 WIB

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman

Senin, 22 Juni 2026 - 12:32 WIB

SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00 WIB

PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:50 WIB

Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:04 WIB

90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB